
Presiden Donald Trump di Gedung Putih (Dok. Reuters/Nathan Howard)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, bahwa Israel tidak dapat mencaplok Tepi Barat (West Bank), meski telah diduduki oleh Israel.
Pernyataan tersebut, membuatnya berseberangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan anggota pemerintahan ultranasionalisnya yang telah mendesak aneksasi wilayah Palestina.
Perlu diketahuii, aneksasi merupakan pengambilalihan wilayah suatu negara oleh negara lain secara paksa untuk disatukan dengan wilayahnya sendiri, yang biasanya dilakukan setelah pendudukan militer.
Dilansir dari Al Jazeera, Trump membuat pernyataan mengejutkan tersebut saat berbicara kepada wartawan pada hari Kamis (25/9/2025), menjelang kedatangan Perdana Menteri Netanyahu di AS untuk berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada hari Jumat (26/9/2025).
"Saya tidak akan membiarkan Israel mencaplok Tepi Barat. Tidak. Saya tidak akan mengizinkannya. Itu tidak akan terjadi," kata Trump.
Ditanya apakah dia telah membahas rencananya untuk memblokir segala upaya aneksasi Israel dengan Netanyahu, Trump tidak berkomitmen.
"Ya, tapi saya tidak akan mengizinkannya. Entah saya bicara dengannya (Netanyahu) atau tidak, saya tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat. Sudah cukup. Sudah waktunya berhenti sekarang, oke?," kata presiden AS.
Trump tidak memberikan perincian tentang tindakan apa yang akan diambilnya untuk mencegah kemungkinan aneksasi Tepi Barat yang diduduki Israel.
Dan, para analis mempertanyakan apakah pemimpin AS yang terkenal berubah-ubah itu akan berubah pikiran.
Berbicara kepada Al Jazeera, Mouin Rabbani, seorang analis dan peneliti non-residen di Pusat Studi Konflik dan Kemanusiaan yang berbasis di Qatar, mengatakan pernyataan Trump merupakan perkembangan yang positif.
Tetapi, ia mempertanyakan apakah Presiden akan menindaklanjutinya. “Seseorang yang menganggap penting perkataan Trump akan menanggung risikonya sendiri,” kata Rabbani.
“Jadi pertanyaannya sekarang, apakah dia akan memastikan Israel tidak mencaplok Tepi Barat, dan jika ya, apa yang akan dia lakukan? Akankah pikirannya berubah setelah percakapan lain yang dia lakukan?,” imbuhnya.
Komentar Trump berpotensi menempatkan pemerintahannya pada jalur yang bertabrakan dengan pemerintah sayap kanan Israel yang dipimpin oleh Netanyahu, yang mana para anggotanya telah menjadikan aneksasi Tepi Barat dan Gaza sebagai tujuan politik formal.
Pada bulan Juli 2025, anggota parlemen Israel memberikan suara 71 banding 13 untuk mendukung mosi tidak mengikat di Knesset yang menyerukan aneksasi Tepi Barat.
Proposal tersebut awalnya diajukan oleh menteri keuangan Israel dan pemimpin politik sayap kanan, Bezalel Smotrich, yang tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki dan memegang jabatan di Kementerian Pertahanan Israel di mana ia mengawasi administrasi permukiman ilegal di tanah Palestina.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
