Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 16.15 WIB

Isu 'Trump is Dead' Ramai di Media Sosial, Berikut Update Kesehatannya saat Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. X @nicksortor) - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. X @nicksortor)

JawaPos.com - Isu terkait keadaan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mencuat. Hal ini lantaran tidak munculnya Trump di mata publik dalam beberapa hari terakhir, bahkan membatalkan acara konferensi pers di Gedung Putih.

Spekulasi hilangnya Trump di muka publik ramai di berbagai media sosial, hingga beberapa tren seperti “Trump is dead” dan “where is Trump” viral di platform X.

Hal itu langsung dibantah dengan munculnya Trump yang terlihat sedang meninggalkan Gedung Putih untuk bermain golf di lapangan golf miliknya, Trump National Golf Course, di Virginia pada Senin (1/9).

Presiden yang saat ini berumur 79 tahun tersebut terlihat memakai topi baseball berwarna putih, kaos golf berwarna putih dan celana berwarna hitam.

Mengutip artikel dari People, Trump bermain selama sekitar lima setengah jam sebelum kembali pulang, berdasarkan informasi yang beredar.

Kunjungan untuk bermain golf tersebut diadakan sehari setelah anak kedua Trump, Eric, membantah keras rumor kematian ayahnya di media sosial.

Melalui media sosial Truth Social, Eric me-repost salah satu postingan dari sang Presiden yang mengatakan “Saya tidak pernah merasa sebaik ini di hidup saya,” dengan respons tambahannya bertuliskan, “Para radikal kiri sangatlah menjijikan dan sinting.”

Isu kesehatan Trump sendiri juga memuncak akibat salah satu sesi wawancara yang dilakukan oleh Wakil Presiden AS, J.D. Vance, dengan media USA Today pada minggu sebelumnya.

Pada sesi wawancara eksklusif tersebut, Vance membahas terkait kesiapannya jika sesuatu terjadi kepada Sang Presiden, yang menyebabkan topik tersebut viral.

“Iya, tragedi buruk pernah terjadi. Tapi saya yakin Presiden AS berada dalam keadaan yang baik, dan akan menyelesaikan jabatannya sekaligus melakukan hal-hal luar biasa untuk warga Amerika,” respon Vance terkait isu kesehatan Trump.

Ketika ditanya terkait adanya kemungkinan terburuk yaitu meninggalnya Trump saat masih menjabat, Vance memberikan sinyal kesiapannya untuk menjadi suksesor sebagai Presiden AS.

“Amit-amit jika terdapat tragedi, saya tidak bisa memikirkan pelatihan selama bekerja yang lebih baik dibandingkan apa yang saya dapatkan selama 200 hari terakhir ini,” ujarnya.

Isu kekhawatiran terkait kesehatan Trump juga sempat muncul sebelumnya, ketika sebuah lebam di bagian tangannya terlihat pada foto-foto yang beredar pada minggu sebelumnya.

Hal ini langsung dibantah oleh Sekretaris Pres untuk Gedung Putih, Karolina Leavitt, yang mengatakan alasan adanya luka lebam di tangan Trump dikarenakan beliau seringkali menjabat tangan setiap harinya.

Sean Barbarella, dokter untuk Gedung Putih, juga melaporkan pada bulan Juli terkait alasan lebam yang ada di salah satu anggota badan Trump yang konsisten dengan iritasi akibat terlalu sering menjabat tangan dan penggunaan aspirin.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore