Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 00.03 WIB

Israel Sahkan Permukiman Baru di Tepi Barat, Harapan Negara Palestina Kian Meredup

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memegang peta yang menunjukkan proyek pemukiman E1 pemukiman Maale Adumim, di Tepi Barat yang diduduki Israel. (AP Photo/Ohad Zwigenberg). - Image

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memegang peta yang menunjukkan proyek pemukiman E1 pemukiman Maale Adumim, di Tepi Barat yang diduduki Israel. (AP Photo/Ohad Zwigenberg).

JawaPos.com - Israel resmi memberi lampu hijau untuk proyek permukiman baru di kawasan E1, Tepi Barat, Rabu (21/8). Keputusan ini dinilai berpotensi memutus wilayah Palestina menjadi dua dan menghantam peluang terciptanya negara Palestina merdeka di masa depan.

Pembangunan di E1, sebuah lahan terbuka di sebelah timur Yerusalem, sebenarnya sudah digagas lebih dari dua dekade lalu. Namun, rencana tersebut sempat dibekukan akibat tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat (AS).

Kini, pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Menteri Keuangan ultranasionalis Bezalel Smotrich justru mendorong realisasinya.

“Negara Palestina sedang dihapus, bukan dengan slogan, melainkan dengan tindakan nyata. Setiap permukiman adalah paku di peti mati ide berbahaya itu,” kata Smotrich dalam pernyataan resminya.

Komunitas internasional sendiri hampir bulat menilai pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai tindakan ilegal dan penghalang perdamaian. 

Lokasi E1 dianggap sangat strategis karena menjadi penghubung alami antara Ramallah di utara dan Betlehem di selatan. Jika proyek berjalan, konektivitas kedua kota itu akan terputus, memperburuk fragmentasi wilayah Palestina.

Organisasi pemantau permukiman, Peace Now, menyebut proyek ini tidak punya tujuan selain “menggagalkan solusi politik”. Menurut mereka, langkah Israel justru menentang konsensus global yang mendorong perdamaian melalui solusi dua negara.

Perlu diketahui, mengutip APNews, rencana E1 mencakup pembangunan sekitar 3.500 unit apartemen yang akan menempel pada permukiman Maale Adumim, salah satu yang terbesar di Tepi Barat. Selain itu, Israel juga menyetujui 350 rumah baru di permukiman Ashael dekat Hebron.

Meski secara teori permukiman bisa dibongkar seperti yang pernah dilakukan Israel di Gaza pada 2005, kenyataannya peluang itu sangat kecil. 

Pemerintahan saat ini, yang didominasi politisi religius dan ultranasionalis, justru berkomitmen untuk menggandakan jumlah pemukim di Tepi Barat.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore