Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Juni 2025 | 06.40 WIB

Iran Luncurkan Rudal Hipersonik Fattah-1 ke Israel: Hanya 400 Detik ke Tel Aviv, Tingkatkan Risiko Perang Terbuka

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters) - Image

Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)

JawaPos.com – Iran secara resmi mengonfirmasi peluncuran rudal hipersonik Fattah-1 ke arah Israel di tengah konflik kedua negara yang terus memanas.

Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyebut rudal ini sebagai senjata utama untuk menembus pertahanan Israel, dan mengklaim bahwa kecepatan serta manuvernya mampu menghindari sistem seperti Iron Dome dan Arrow.

“Fattah-1 merupakan rudal hipersonik pertama kami. Kecepatan, akurasi, dan kemampuan manuvernya di tengah penerbangan menjadikannya senjata yang sulit dihadang,” kata juru bicara IRGC, seperti dikutip dari First Post, Rabu (18/6).

Adapun Fattah-1 pertama kali diperkenalkan pada 2023 dan namanya diberikan langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Saat peluncurannya, sebuah spanduk besar terpampang di Teheran dengan tulisan berbahasa Ibrani yang menyatakan, “400 detik ke Tel Aviv.”

Pernyataan ini menyimbolkan jarak waktu yang dibutuhkan rudal tersebut untuk mencapai ibu kota Israel, menunjukkan ambisi Iran dalam menguasai kecepatan serangan presisi.

Secara teknis, rudal ini menggunakan bahan bakar padat dan sistem pendorong satu tahap, dengan jangkauan hingga 1.400 kilometer. Iran mengklaim kecepatannya mencapai Mach 5 atau sekitar 6.100 km per jam. 

Lebih lanjut, menurut Iran Watch, rudal ini dirancang untuk mampu melewati pertahanan udara canggih dengan kepala ledak yang dipasang pada manoeuvrable reentry vehicle.

Sebuah teknologi yang memungkinkannya mengubah arah saat memasuki atmosfer untuk menghindari intersepsi.

Namun, belum semua pakar yakin bahwa rudal tersebut benar-benar digunakan. Trevor Ball, mantan teknisi amunisi Angkatan Darat AS, mengatakan keraguannya kepada CNN.

“Iran mempertaruhkan banyak jika mereka benar-benar meluncurkannya. Jika gagal, Israel akan mendapatkan data intelijen penting. Mereka bisa saja mengklaim penggunaannya demi propaganda tanpa risiko nyata,” ujar Trevor.

Sebelumnya, puluhan rudal Fattah dilaporkan telah ditembakkan ke Yerusalem pada 1 Oktober 2024. Namun peluncuran terbaru ini menjadi yang pertama kali dalam eskalasi konflik yang saat ini berlangsung.

Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa serangannya terhadap Iran bertujuan untuk menghentikan ambisi nuklir negara tersebut.

Setidaknya 224 warga Iran dilaporkan tewas dalam serangan Israel, sementara Iran telah menembakkan sekitar 400 rudal dan meluncurkan ratusan drone ke Israel, yang mengakibatkan 24 kematian dan lebih dari 500 luka-luka di pihak Israel.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Ayatollah Khamenei bahwa AS mengetahui keberadaannya, namun menyatakan bahwa saat ini “belum ada rencana” untuk menghabisinya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore