Angkatan bersenjata pakistan dan masyarakat sipil sedang berkumpul di lokasi kejadian yang diserang India di Kashmir bagian Pakistan (M.D Pughal/AP)
JawaPos.com - Serangan Pakistan ke kota Kashmir bagian India bulan lalu rupanya telah memicu ketegangan tensi perang antar kedua negara. Dilansir The Washington Post, Rabu (6/5/2025), India dilaporkan telah melancarkan serangan balasan ke Pakistan. 35 korban dinyatakan luka-luka, 8 orang tewas termasuk seorang remaja dan dua anak-anak.
"India telah menyerang penduduk sipil tanpa malu-malu, dan serangan itu akan ditanggapi sebagaimana mestinya," kata Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif di televisi nasional.
Adapun kota-kota di Pakistan yang menjadi target serangan India di antaranya Ahmedpur Timur, Muridke, Sialkot, Kotli, Bagh dan Muzaffarabad di Kashmir yang dikelola oleh Pakistan. Khawaja Asif menyebut bahwa Pakistan memiliki hak untuk memberikan serangan balasan kepada India.
Baca Juga: Pakistan Kecam Serangan Rudal India sebagai 'Tindakan Perang', Klaim Tembak Jatuh 5 Pesawat
"Pakistan memiliki hak penuh untuk memberikan balasan yang setimpal terhadap tindakan perang yang dipaksakan oleh India ini dan balasan yang setimpal sedang diberikan," sebutnya.
Eskalasi konflik yang kian memanas dari kedua negara ini dikhawatirkan akan memicu terjadinya perang yang lebih besar lagi setelah enam tahun terakhir. Dilansir Reuters, konflik antara kedua negara yang memiliki nuklir ini berawal setelah masa kolonialisme Inggris.
Satu bulan setelah India dan Pakistan menjadi negara merdeka persemakmuran Inggris pada 1947, ketegangan tensi perang awalnya pecah untuk memperebutkan wilayah Kashmir.
Pakistan menginginkan bahwa Kashmir akan menjadi basis mayoritas Islam, sementara India menyebut akan menjadikan Kashmir sebagai basis masyarakat Hindu. Perang kedua negara itu berhasil diredam oleh PBB setelah diperintahkan untuk melakukan gencatan senjata pada 1949.
Kemudian pada 1965, Pakistan terus berambisi untuk menguasai Kashmir sepenuhnya dan memutuskan melancarkan serangan melalui darat dan udara kepada India di perbatasan kedua negara. Perang semakin meluas hingga diluar kota Kashmir dan menjadikan perang angkatan bersenjata terbesar dalam sejarah kala itu.
Kabar mengenai pecahnya perang antara Pakistan dan India telah sampai ke Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat mengatakan bahwa perang ini sangat memalukan.
Presiden Amerika Serikat dua periode itu menyayangkan kejadian perang antara Pakistan dan India dan berharap akan segera berakhir.
"Ini memalukan, kami sudah mendengar hal ini. Saya harap perang kedua negara ini akan segera berakhir," tuturnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/5/2025).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
