
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.
JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok menjatuhkan sanksi kepada perusahaan keamanan dan kedirgantaraan asal Amerika Serikat (AS) Lockheed Martin karena menyuplai persenjataan ke Taiwan.
"Tiongkok mengambil tindakan balasan terhadap entitas perusahaan dan eksekutif senior yang terlibat dalam penjualan senjata ke Taiwan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (24/6).
Mao Ning menyebut penjualan senjata dari AS ke wilayah Taiwan di Tiongkok sangat melanggar prinsip "Satu China" dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS, mencampuri urusan dalam negeri sekaligus melemahkan kedaulatan dan integritas wilayah Tiongkok.
Permasalahan Taiwan, menurut Mao Ning, adalah inti dari kepentingan inti Tiongkok dan merupakan garis merah pertama yang tidak dapat dilewati dalam hubungan Tiongkok-AS.
"Tidak ada negara, organisasi, atau individu yang boleh meremehkan tekad dan kemampuan yang kuat dari pemerintah dan rakyat Tiongkok untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial kami, atau berada di bawah ilusi bahwa mereka dapat melangkahi atau bahkan melewati batas dalam permasalahan Taiwan tanpa konsekuensi apa pun," tegas Mao Ning.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengumumkan sejak 21 Juni 2024 pemerintah Tiongkok menjatuhkan sanksi terhadap entitas dan manajemen senior yang ada di bawah perusahaan Lockheed Martin. Keputusan tersebut berdasarkan pasal3, 4, 5, 6, 9, dan 15 Undang-Undang Anti-sanksi Asing Tiongkok.
Entitas dan manajemen yang dikenai sanksi yaitu pertama, Laboratorium Rudal Terintegrasi Lockheed Martin, Laboratorium Teknologi Lanjutan Lockheed Martin, Perusahaan Ventura Lockheed Martin dan entitas lain yang terdaftar dalam "Daftar Penanggulangan" akan dibekukan di wilayah Tiongkok.
Kedua, aset properti, barang bergerak dan jenis lainnya atas nama Chief Executive Officer (CEO) Lockheed James Donald Taiclet, Chief Operating Officer (COO)Frank Andrew St. John, Chief Financial Officer (CFO) Jesus Malave yang berada di wilayah Tiongkok dibekukan.
Pemerintah Tiongkok juga melarang organisasi dan individu tersebut melakukan transaksi, kerja sama, dan aktivitas lain untuk diri mereka sendiri di Tiongkok. Visa tidak akan dikeluarkan untuk mereka, termasuk di Hong Kong dan Makau.
Terbaru, Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS pada Rabu (19/6) mengumumkan persetujuan atas penjualan persenjataan hingga 720 unit Switchblade 300, 291 unit ALTIUS 600M-V ke Taiwan, 101 unit sistem pengendalian tembakan SB300 dan peralatan lain.
Peralatan tersebut diperkirakan bernilai hingga USD 300 juta, sedangkan sistem anti-tank guided weapon (ATGW) dan peralatan lain bernilai hingga sekitar USD 60,2 juta yang merupakan paket penjualan senjata ke-15 ke Taiwan pada masa pemerintahan Presiden AS Joe Biden.
Switchblade 300 adalah rudal serangan presisi yang dapat dikerahkan dengan cepat oleh pasukan konvensional dan khusus dari posisi bergerak di lapangan atau dari posisi bertahan tetap untuk menargetkan objek di luar garis pandang.
Penjualan paket senjata AS ke Taiwan tersebut diperkirakan akan dikirimkan pada 2024-2025. Persenjataan yang dirancang untuk beroperasi di sekitar area target dan kemudian menyerang ketika terlihat sehingga dapat merespon ancaman musuh dengan lebih cepat.
Pasokan amunisi itu melengkapi berbagai rudal presisi yang sudah dimiliki Taiwan, ditambah dengan pesawat nirawak yang diproduksi di dalam negeri, akan mempercepat upaya Taiwan untuk menciptakan sistem pencegahan berlapis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
