Tidak jelas berapa banyak orang yang tinggal dilereng bukit di kawasan hutan hujan tropis yang lebat ketika tanah longsor terjadi karena sensus resmi terakhir dilakukan 24 tahun lalu.
Dikutip dari Aljazeera, Selasa (28/5) Orang-orang pindah ke daerah tersebut dengan harapan menemukan emas di tambang terbuka dan tempat pembuangan limbah di dekat tambang emas Porgera, kata Banks, seorang profesor geografi di Universitas Massey di Selandia Baru yang penelitiannya berfokus pada pertambangan di Papua Nugini.
Tambang tersebut sekitar 20-30 km (12-19 mil) dari tanah longsor, yang memiliki efek langsung pada stabilitas tanah di sepanjang jalan.
Baca Juga: Masukkan Gugatan Cerai ke Andrew Andika 3 Hari Lagi, Begini Kata Tengku Dewi Soal Harta Gono Gini
Papua Nugini berada di peringkat ke-16 negara yang paling berisiko terhadap perubahan iklim dan bencana alam, menurut Indeks Risiko Dunia tahun 2022, meskipun negara ini hanya menyumbang sekitar 0,11 persen emisi gas rumah kaca global.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
