
Photo
Persebaran virus korona dari Wuhan, Tiongkok, berimbas pada MS Westerdam. Kapal pesiar itu tak diizinkan berlabuh karena ditakutkan menyebarkan virus. Bukan hanya makanan yang mulai menipis, melainkan juga kesabaran para penumpangnya.
SITI AISYAH, Jawa Pos
JawaPos.com - Beberapa penumpang MS Westerdam berdiri di atas geladak. Mereka menatap kapal frigate Bhumibol Adulyadej milik Angkatan Laut Thailand. Kapal itulah yang bertugas menjaga agar MS Westerdam tidak sampai bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, Rabu (12/2). Mau tak mau, kapal pesiar yang dioperasikan Holland America Line tersebut menurut.
Bukan tanpa alasan pemerintah Thailand menolak kapal yang di dalamnya terdapat 2.257 orang itu. Mereka takut MS Westerdam sama dengan kapal pesiar Diamond Princess yang sedang berada di perairan Jepang. Ada ratusan kru dan penumpang yang tertular virus korona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.
”Kapal ini tidak dikarantina dan kami tidak punya alasan untuk percaya adanya kasus virus korona di sini,” bunyi pernyataan Holland America Line, Senin (10/2).
Westerdam berlayar dari Singapura 16 Januari lalu. Kapal tersebut menurunkan sebagian penumpang di Hongkong pada 1 Februari lalu dan kembali berlayar. Pelayaran dari Hongkong itu adalah momen inkubasi virus korona yang kini diberi nama COVID-19. Seharusnya perjalanan Westerdam berakhir di Yokohama pada Sabtu (15/2).
Namun, jauh hari sebelumnya, pemerintah Jepang menolak kapal tersebut. Kapal itu sempat meminta berlabuh di Taiwan, Guam, dan Filipina, tapi gagal. Pun saat sampai di Thailand.
Photo
TUNGGU NASIB: Para penumpang MS Westerdam memandang lautan dari geladak kapal (Reuters)
Terombang-ambing di lautan membuat para penumpang frustrasi. Banyak di antara mereka yang meluapkan kekesalan lewat media sosial. Scott Willett salah satunya. Lewat akun Twitter-nya, dia meminta bantuan ke Presiden AS Donald Trump.
Karena tidak bisa turun, sebagian penumpang memilih menyibukkan diri untuk mengisi waktu. Ada yang bermain catur, renang, memasang puzzle, bernyanyi, dan menikmati semua fasilitas yang disediakan kru.
Para penumpang Westerdam memang tidak diisolasi di dalam kamar seperti halnya kapal pesiar Diamond Princes. Karena itu, kru kapal berusaha matimatian menyenangkan penumpang agar mereka tidak rewel. Berbagai pertunjukan juga digelar. ”Penumpang baik-baik saja. Tapi, kami ingin kejelasan,” ujar Stephen Hansen, salah seorang penumpang, seperti dikutip The Guardian.
Banyak penumpang yang takut stok bahan bakar, obat-obatan, dan makanan menipis dan habis jika mereka tidak diperbolehkan bersandar dan membeli semua kebutuhan.
Mereka juga frustrasi karena jadwal penerbangan mereka ke negara asal terganggu. Ada 650 penumpang asal AS, Kanada (271), Inggris (127), dan Belanda (91). Sisanya adalah penumpang dari Australia, Jerman, Tiongkok, dan beberapa negara lain.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
