
Protesters take part in a demonstration against a controversial extradition bill in Hong Kong on July 28, 2019. - Tens of thousands of pro-democracy protesters defied authorities to hold an unsanctioned march through Hong Kong, a day after riot police fir
JawaPos.com - Pemerintah Hongkong berusaha mendinginkan situasi. Kamis (8/8) mereka mengeluarkan pernyataan tertulis. Isinya, Hongkong tetaplah kota yang ramah terhadap pengunjung dan punya tradisi melakukan protes secara damai. Meski, mereka mengakui bahwa belakangan ini ada demonstran yang memblokade jalan, melakukan vandalisme, dan bentrok dengan polisi.
"Dampak konfrontasi ilegal itu terbatas di area tertentu di dekat rute demo dan tidak menyebar luas." Demikian bunyi pernyataan pemerintah Hongkong seperti dikutip The New York Times.
Paparan itu keluar setelah beberapa negara meningkatkan status travel advisory atau anjuran perjalanan ke Hongkong karena demo yang terus-menerus berakhir ricuh. Yang terbaru adalah pemerintah AS. Departemen Luar Negeri AS meminta penduduknya yang akan mengunjungi atau sedang berada di Hongkong untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Demo ini bisa terjadi dengan sedikit ataupun tanpa pemberitahuan sama sekali dan tampaknya akan terus berlanjut." Demikian bunyi anjuran perjalanan AS itu seperti dikutip Agence France-Presse. Australia, Inggris, Irlandia, Jepang, dan Singapura sudah lebih dulu mengeluarkan anjuran serupa.
Negara-negara tersebut waswas penduduknya bakal terjebak di antara para demonstran. Sebab, Hongkongers (sebutan untuk penduduk Hongkong, Red) bakal berdemo di dalam bandara selama tiga hari terhitung mulai siang ini. Bandara dianggap sebagai tempat yang tepat lantaran polisi tentu tidak akan berani menyerang mereka dengan pentungan, peluru karet, dan gas air mata. Beda halnya jika mereka demo di luar ruangan.
Massa juga ingin menginformasikan kepada semua pengunjung yang datang ke Hongkong tentang apa yang terjadi dan situasi terbaru di kota tersebut. Tidak diketahui demo itu bakal berdampak pada jadwal penerbangan atau tidak. Aksi turun ke jalan dan mogok masal Senin (5/8) mengakibatkan setidaknya 160 penerbangan dibatalkan.
Hongkongers tahu mereka menyulitkan para pendatang. Karena itu, mereka membuat selebaran online yang menjelaskan situasi mereka saat ini. Massa meminta maaf kepada para pengunjung karena aksi yang terjadi selama beberapa bulan belakangan ini telah mengganggu rencana perjalanan mereka.
"Anda tiba di kota yang rusak dan tercabik, bukan kota yang Anda bayangkan sebelumnya. Namun, kota yang Anda bayangkan itulah yang kini sedang kami perjuangkan." Begitulah bunyi kutipan selebaran delapan halaman tersebut seperti dikutip Hong Kong Free Press.
Mereka meyakinkan para pengunjung bahwa beberapa tahun lagi bisa melihat Hongkong yang glamor dan cantik seperti yang mereka bayangkan.
Di pihak lain, demo yang berlarut-larut berdampak pada pasar saham. Pekan lalu bursa saham turun hampir 10 persen. Itu adalah penurunan terendah selama 8 bulan ini. Rata-rata penduduk Hongkong berinvestasi di pasar saham.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
