Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Desember 2018 | 12.57 WIB

Hanya 8 Persen Netizen di Facebook Kasihan pada Habib Rizieq

Hasil polling lain juga menunjukkan hanya sekitar 8 persen saja masyarakat yang merasa - Image

Hasil polling lain juga menunjukkan hanya sekitar 8 persen saja masyarakat yang merasa

JawaPos.com - Mayoritas publik Indonesia menghendaki Muhammad Rizieq Shihab (dikenal dengan sebutan Habib Rizieq, lahir 1965) tidak kembali lagi ke tanah air. Demikian hasil polling yang saya lakukan di akun Facebook belum lama ini. Dari sekitar 9,3 ribu orang yang berpartisipasi dalam polling (pollsters), sekitar 92 persen responden menyatakan "tidak setuju” kalau Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang kini "tersandera” di Arab Saudi itu kembali pulang ke Indonesia.


Hasil polling lain juga menunjukkan hanya sekitar 8 persen saja masyarakat yang merasa "kasihan” terhadap apa yang kini menimpa Rizieq.


Ada sejumlah alasan mendasar yang dikemukakan oleh para pollsters kenapa masyarakat luas menginginkan Rizieq Shihab tidak pulang ke Indonesia dan tetap di Arab Saudi. Tetapi alasan yang paling utama dan sering dikemukakan oleh mereka adalah masalah kedamaian, keamanan, ketenangan, ketenteraman, dan kenyamanan.


Menurut mereka, sejak ditinggal Rizieq, Indonesia menjadi lebih aman, tenang, damai, tenteram, dan nyaman. Oleh banyak responden polling, Rizieq dianggap sebagai "biang kerok” kegaduhan, kekerasan, ketidaknyamanan, rasisme, etnosentrisme, dan intoleransi.


Dari komentar-komentar mereka di Facebook saat menanggapi polling ini, sepertinya pollsters sangat gerah dan muak dengan ulah Rizieq Shihab selama ini yang sok moralis, sering demo, mengumbar makian dan hujatan, serta melakukan berbagai aksi kekerasan sehingga mereka merelakan Imam Besar FPI ini pergi dari Indonesia untuk selamanya.


Kasus-kasus yang menimpa Rizieq


Sejak setahun terakhir ini, Rizieq Shihab memang berada di Arab Saudi (tepatnya Mekkah). Ia kabur ke Saudi setelah sejumlah kasusnya dilaporkan ke pengadilan oleh beberapa pihak dan kemudian diproses oleh Polri.


Di antara deretan kasus yang menimpa Rizieq Shihab, antara lain, adalah pemlesetan "sampurasun” menjadi "campur racun” yang dianggap menghina tradisi dan kebudayaan urang Sunda. Kata "sampurasun” adalah ucapan salam khas masyarakat Sunda yang berarti "sampura ning ingsuh” atau "sempurnakan diri Anda”.


Jadi kata sampurasun ini mengandung makna filosofi yang dalam, yaitu untuk mengajak diri sendiri maupun orang lain yang disapa agar terus-menerus melakukan introspeksi dan penyempurnaan diri.


Maka begitu Rizieq memelesetkan kata sampurasun menjadi "campur racun”, tak pelak menimbulkan kontroversi dan kemarahan masyarakat Sunda.


Rizieq juga dituduh menghina Pancasila dan Bung Karno karena pernah mengatakan: "[Dalam] Pancasila Sukarno, ketuhanan ada di pantat” yang kemudian dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ketua Umum PNI Marhaenisme, Sukmawati Soekarnoputri.


Rizieq dulu juga pernah terang-terangan menghina almarhum Gus Dur yang membuat publik NU meradang.


Di antara deretan kasus yang menimpa dirinya beberapa tahun terakhir ini, yang paling fenomenal dan menghebohkan jagat publik Indonesia (dan dunia) adalah kasus video dan "chat mesum” dengan Firza Husein.


Kasus ini menjadi fenomenal dan menghebohkan karena Rizieq dengan FPI-nya (yang ia dirikan pada bulan Agustus, 1998, dengan dukungan dari sejumlah elit politik dan militer yang loyal kepada Suharto yang waktu itu sudah menjadi mantan presiden) selama ini merepresentasikan diri sebagai "polisi moral” atau "penjaga moralitas yang bersih tak berdosa”. Tak pelak netizen pun ramai mencibirnya.


Dengan jargon "amar makruf nahi munkar” (memerintahkan yang baik dan mencegah yang munkar), mereka sering mengecam dan melakukan aksi-aksi protes terhadap sesuatu atau perbuatan yang mereka anggap atau kategorikan "munkar” dan "tidak bermoral” (immoral) serta melakukan penggerudugan tempat-tempat yang dianggap sebagai sarang perbuatan munkar dan immoral itu seperti lokalisasi prostitusi, tempat perjudian, kedai minuman keras, dan sebagainya.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore