
Kapal Tanpa Awak
JawaPos.com - Tiongkok berhasil melakukan uji coba kapal tanpa awak untuk mendukung keamanan maritimnya. Juru Bicara Militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan, kapal yang diberi nama Huster-68 berhasil melakukan operasi pada bulan lalu di Provinsi Dongguan, Guangdong.
Kapal 6,8 meter ini dikembangkan oleh Universitas Teknologi dan Sains Shenzhen Huazhong. Kapal ini melakukan patroli di sekitar Waduk Songmushan bersama kapal tak berawak lainnya untuk membentuk sebuah formasi mengepung sasaran.
"Tim pengembang menggunakan uji coba beberapa kali untuk mengatasi kesulitan yang ditimbulkan dari sinyal komunikasi yang lemah dan masalah yang harus dilakukan dengan tetap melakukan formasi dengan kapal tak berawak lainnya," kata juru bicara tersebut dalam sebuah laporan seperti dilansir SCMP beberapa hari lalu.
Melalui situsnya, Universitas Teknologi dan Sains Shenzhen Huazhong mengatakan, kapal tersebut dipandang sebagai bagian penting untuk melindungi kepentingan maritim Tiongkok. Mengelola penggunaan sumber daya air dan mencapai ambisinya untuk menjadi angkatan laut yang dapat beroperasi secara global.
Tiongkok menyatakan dalam sebuah pertemuan di All China Maritime Conference and Exhibition di Shanghai, ini adalah kapal tak berawak tercepat di dunia. Kecepatan maksimumnya lebih dari 92,6 km/jam.
Peneliti di Program Keamanan Maritim S. Rajaratnam di Nanyang Technological University Singapura, Collin Koh mengatakan, kapal tanpa awak sangat berguna, baik dalam kondisi damai maupun perang. Dalam penegakan hukum maritim, kapal tanpa awak tersebut dapat digunakan untuk menyelidiki potensi bahaya di laut dalam jarak dekat dan memungkinkan dilakukannya kontak dan tanggapan tanpa membahayakan personel.
"Di Laut China Selatan, peralatan ini dapat mengusik kapal asing dan melakukan serangan dalam jumlah besar," kata Koh.
Pakar Angkatan Laut Beijing, Li Jie mengatakan, fungsi utama Huster-68 adalah untuk mencari, menyelidiki, dan memblokir target di laut. Namun masih belum diketahui kecepatan tempuh maksimumnya dan sangat sulit menilai efisiensi kapal tanpa awak itu melaksanakan tugasnya.
Menurut Li, kecanggihan teknologi kapal tanpa awaknya masih berada di belakang Amerika Serikat dan Israel. "Pengembangan kapal ini dapat mengurangi biaya dan juga potensi korban selama patroli militer Tiongkok di laut."

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
