
Photo
JawaPos.com – Yasmine terlihat sangat gugup. Perempuan yang meminta nama aslinya disamarkan itu menggigit kukunya dan beberapa kali memeriksa teleponnya meski tidak jelas apa yang diperiksa. Jasmine berada di lantai empat salah satu klinik dokter kandungan swasta di Tunisa. Klinik adem itu berdinding pink dengan sofa empuk. Beberapa perempuan muda lain juga menanti dengan sabar.
Yasmine tidak hendak memeriksakan kandungannya. Bukan itu. Dia hendak melaksanakan operasi rekonstruksi selaput dara. Ya, Yasmine berharap menjadi perawan lagi. Yasmine tidak sendiri. Di Tunisia, perempuan yang belum menikah diharapkan tetap perawan sampai kemudian menikah. Dan itu membuat klien jasa rekonstruksi selaput dara meningkat pesat.
”Saya menganggap ini penipuan dan saya cemas,” katanya. Pernikahannya akan berlangsung dua bulan lagi dan perempuan 28 tahun itu takut suaminya mengetahui kalau dia sudah tidak perawan. Dia berharap, operasi itu bisa mengubah yang sudah terjadi. Tetapi, Jasmine dihantui kecemasan kalau suaminya pun akan tahu mengenai operasi tersebut.
”Saya takut suatu hari nanti saya keceplosan ngomong ke suami. Atau, suami saya akan curiga sendiri,” ujarnya. Ketakutan Jasmine memang beralasan. Ada beberapa berita yang menyebutkan kalau ada perceraian yang terjadi karena suami-suami curiga istri mereka tidak perawan lagi.
Yasmine sebenarnya lahir dari keluarga liberal dan menghabiskan waktunya di luar negeri. Tetapi, dia takut tunangannya akan membatalkan pernikahan kalau tahu mengenai sejarah seksualnya. ”Saya pernah punya kekasih sebelumnya. Saat itu, saya tidak menduga kalau masalah ini bakal membawa tekanan besar untuk saya,” sambungnya.
Yasmine sudah mengumpulkan uang hampir Rp 5,3 juta untuk menjalani operasi yang berlangsung sekitar 30 menit itu. Dokter yang melakukan operasi, sebut saja Rachid, mengatakan kalau dia rata-rata mendapatkan dua pasien setiap pekan.Angka itu naik dari tahun-tahun sebelumnya.
Dan 99 persen motivasi pasiennya adalah mereka takut membuat malu keluarga bila ketahuan tidak perawan lagi. Padahal, selaput dara bisa robek tidak mesti karena hubungan seksual. Bisa saja karena kecelakaan atau pengunaan tampon yang tidak tepat. Namun, para perempuan muda itu takut dituduh melakukan hubungan seksual sebelum menikah.
”Ada dokter yang menolak melakukan prosedur ini. Saya melakukannya karena tidak setuju dengan mereka yang menjadikan keperawanan sebagai sesuatu yang suci. Ini adalah manifetasi lingkungan sosial yang didominasi lelaki dengan selubung prinsip agama,” katanya. (BBC/tia/JPK)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
