
SETAHUN LALU: (Searah jarum jam) Otto saat menjalani persidangan di Pyongyang, Otto digendong staf RS saat keluar dari pesawat, Otto (dilingkari) bermain salju sehari sebelum akan pulang ke AS.
JawaPos.com – Perjalanan Otto Warmbier usai sudah. Pemuda 22 tahun itu akhirnya menghembuskan napas terakhir sepekan setelah pulang ke rumah. Warmbier pulang setelah lebih dari 15 bulan dipenjara di Korea Utara (Korut).
Warmbier ditahan setelah dituduh mencuri spanduk propaganda dari salah satu hotel di Pyongyang, Korut. Pekan lalu Warmbier dipulangkan ke AS. Korut menyebutnya sebagai aksi kemanusiaan. Namun, Warmbier pulang dalam kondisi mengenaskan. Dia koma.
Warmbier diduga sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri sejak selesai menjalani persidangan atas kasusnya. Korut mengklaim Warmbier koma karena terpapar bakteri berbahaya yang membuatnya kehilangan kesadaran. Tetapi, pihak keluarga menyebutkan kalau Warmbier mengalami penyiksaan luar biasa.
Dokter yang merawat Warmbier begitu dia turun dari pesawat yang membawanya ke kampung halamannya di Cincinnati, Ohio, mengatakan kalau dia mengalami kerusakan otak. ”Adalah tugas kami sebagai orang tua untuk mengabarkan kalau anak kami Otto Warmbier, sudah menyelesaikan perjalanan pulangnya. Di kelilingi keluarga yang mencintainya, Otto meninggal dunia pada pukul 14.20 Senin (19/6),” tulis pernyataan keluarga.
Ketika sampai Cincinnati pada 13 Juni, Warmbier tidak bisa berbicara, melihat, atau merespons perintah verbal. ”Dia terlihat sangat tidak tenang, terkesan sedih. Meski kami tidak mendengar suaranya lagi, namun dalam sehari wajahnya berubah. Dia terlihat tenang. Dia sudah berada di rumah dan kami menyakini, dia bisa merasakan itu semua,” sambungnya.
Warmbier adalah mahasiswa Universitas Virginia yang berpergian ke Pyongyang via travel agent. AS menyebutkan kalau penahanan Warmbier tak lebih dari usaha Korut untuk menekan AS. Warmbier ditangkap hanya beberapa saat sebelum dia akan pulang ke AS. Di bandara Pyongyang, polisi menahannya.
Polisi mengatakan Warmbier mencuri spanduk pemerintah Korut. Warmbier sebenarnya hanya melepaskan banner politik dari tembok di hotel tempatnya menginap di Pyongyang pada Januari 2016. Namun dia langsung ditahan dan menjalani sidang. Hukumannya fantastis, Warmbier mendapatkan hukuman penjara 15 tahun.(BBC/theguardian/cnn/tia/JPK)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
