
POSITIF: Nelly berbincang dengan seorang muridnya. Nelly (insert) selalu positif menghadapi hari.
JawaPos.com – Saat lahir, dokter mengingatkan orang tua Nusrit Shaheen kalau bayi mereka bakal hanya hidup selama beberapa jam saja. Nelly, nama panggilannya, menderita Harlequin Ichthyosis, kulit Nelly dari ujung kepala sampai ujung kaki tumbuh lebih cepat 10 kali dibanding orang normal pada umumnya.
Ini membuat kondisi Nelly bak alien. Kulitnya sangat tipis dan bersisik karena mudah mengelupas. Karena itulah dia mendapat julukan perempuan berkulit ular. Kelahiran sejak lahir itu sebenarnya mengancam nyawa Nelly.
Tetapi, orang tua Nelly yang sudah kehilangan tiga anak karena kondisi yang sama bersikukuh dan meminta dokter dan RS untuk menolong Nelly. Usaha yang tidak mudah. Penuh perjuangan dan kesakitan. Tetapi, itu 33 tahun yang lalu.
Ya, Nelly sekarang sudah berusia 33 tahun dan menjadi pasien Harlequin Ichthyosis tertua di Inggris. Hanya ada 25 pasien Harlequin Ichthyosis yang tercatat di Inggris. ”Anda akan merasa tidak penting karena Anda berbeda,” katanya.
Tetapi, itu tidak menyurutkan semangat Nelly. Setiap pagi dan malam, Nelly akan menghabiskan waktu empat jam untuk mengelupaskan kulit-kulitnya yang mati. ”Cara saya berpikir tentang hidup sudah membantu saya , Karena, saya tahu, kalau Anda tidak berpikir positif itu bisa menjatuhkan Anda,” lanjutnya dalam tayangan dokumenter Nelly: The 'Snakeskin' Woman yang tayang di stasiun TV Channel 5.
Kepada MailOnline Nelly tidak masalah jika media menyebutkan perempuan berkulit ular. Namun, dia ingin label itu tidak lagi dilekatkan kepadanya. ”Hanya karena kepala saya seperti ular, bukan berarti saya ular,” lanjutnya.
Ditambahkan Nelly, tidak mudah untuk hidup dengan kondisi yang dialaminya. ”Tetapi saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap positif. Saya suka melakukan banyak hal, berpergian, dan menikmati hidup.”
Itu termasuk menjalani pekerjaannya sebagai pelatih kebugaran di sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. ”Saya bukan bayi yang lucu karena saya terlihat seperti alien. Tetapi, saya bersyukur bisa bertahan. Tiga saudara kandung saya meninggal dunia karena kelainan ini. Dan saya bertahan karena orang tua saya mempertahankan saya,” ulasnya.
Dikisahkan Nelly, saat kali pertama bekerja, dia merasa gugup. Tetapi, ternyata, hanya dua siswa dari seluruh siswa yang diajarnya, merasa takut. Lebihnya baik-baik saja. ”Selang beberapa waktu semua murid tidak lagi melihat saya dengan aneh,” katanya.(dailymail/tia)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
