
BERSIH-BERSIH: Tentara membersihkan salju di Amatrice, Italia Tengah, kemarin.
JawaPos.com - Dalam waktu sekitar satu jam, tiga gempa bumi mengguncang Italia kemarin (18/1). Masing-masing berskala 5,3 skala Richter (SR), 5,7 SR, dan 5,3 SR. Selama beberapa jam kemudian, sedikitnya 50 gempa susulan masih terasa di kawasan tengah negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Paolo Gentiloni tersebut.
’’Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dan berjarak sekitar 7 kilometer dari Kota Amatrice yang menjadi episentrum gempa tahun lalu,’’ tutur U.S. Geological Survey (USGS). Meski getaran terasa sampai ke Kota Roma, tiga gempa bumi yang episentrumnya di kawasan timur laut Italia itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah masih belum menerima laporan adanya korban hingga tiga jam setelah guncangan ketiga. Bahkan, korban luka sekalipun. Namun, pemerintah ibu kota langsung memerintah semua pihak sekolah agar memulangkan anak didik mereka. Pemerintah juga menghentikan operasional seluruh sarana transportasi bawah tanah dan kereta api. Tujuannya, mencegah timbulnya korban jiwa.
Meski tidak sekuat gempa Agustus tahun lalu yang memakan sekitar 300 korban jiwa, gempa bumi kali ini membuat penduduk Italia ketakutan. Selain karena trauma, masyarakat mengkhawatirkan gundukan salju yang menggunung di beberapa kawasan. Kemarin sebagian besar wilayah Lazio, Marche, dan Abruzzi berselimut salju. Karena itu, pemerintah setempat tidak bisa segera melaporkan korban gempa atau kerusakan fisik.
’’Listrik di beberapa wilayah yang tertimbun salju tebal putus. Telepon genggam juga tidak bisa beroperasi. Kami sulit berkomunikasi,’’ kata Sante Stragoni, wali kota Acquasanta Terme. Kota itu merupakan salah satu wilayah yang rusak parah saat gempa mengguncang Italia pada 24 Agustus lalu. Ketika itu sedikitnya 300 warga meninggal dunia dan banyak bangunan yang rata dengan tanah.
Khawatir gempa susulan berskala lebih besar, penduduk di sekitar episentrum memilih bertahan di luar rumah. ’’Semua orang berada di luar rumah. Padahal, udaranya sangat dingin dan berangin,’’ ucap Lina Mercantini, penduduk Kota Ceselli di Umbrian Region. Saking takutnya, dia mengatakan masih bisa merasakan getaran gempa. Karena itu, dia tidak mau kembali ke rumahnya atau masuk ke gedung.
Palang Merah Italia melaporkan bahwa puluhan warga terjebak salju dan tidak bisa meninggalkan rumah meski sebenarnya sangat ketakutan. Apalagi, mereka mendengar laporan tentang sejumlah rumah yang ambruk di Amatrice akibat gempa kemarin. Bel legendaris Amatrice yang selamat dari guncangan gempa tahun lalu pun roboh kemarin.
Dari Jerman, Gentiloni mengungkapkan keprihatinannya atas gempa di wilayah timur laut. ’’Saya bersyukur tidak ada korban jiwa,’’ ungkapnya dalam jumpa pers di Kota Berlin. Kemarin pemimpin 62 tahun itu memang tidak ada di Italia. Namun, dia berjanji terus memantau perkembangan bencana. Dia juga akan mengerahkan personel tambahan ke lokasi bencana. (AFP/Reuters/hep/c15/any/tia)

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
