Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Desember 2021 | 16.02 WIB

Babi Dimodifikasi Genetik untuk Penelitian Obat dan Vaksin Covid-19

Ilustrasi: babi. (pixabay) - Image

Ilustrasi: babi. (pixabay)

JawaPos.com - Ilmuwan dari Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (IMCAS) menciptakan model babi dengan modifikasi struktur genetik mirip manusia di laboratorium. Tujuannya agar dapat menginfeksi model babi tersebut dengan Covid-19 dan menggunakannya untuk penelitian.

Chinese Academy of Sciences adalah lembaga penelitian terbesar di dunia dari jenisnya, menghadirkan babi yang dimodifikasi secara genetik sehingga mirip dengan tubuh manusia, pertama kali dalam sebuah penelitian berjudul 'Establishment of a Humanized Swine Model for Covid-19' yang diterbitkan pada Agustus di jurnal Cell Discovery.

Tiongkok mulai membuat model babi yang dimodifikasi secara genetik dengan kemiripan tinggi dengan tubuh manusia untuk penelitian Covid-19. Menurut Global Times yang dikelola pemerintah Tiongkok dan dilansir Science Times, para peneliti dari IMCAS berkolaborasi dengan para ilmuwan dari Universitas Tsinghua dan Universitas Pertanian Tiongkok untuk mengembangkan dua model baru untuk infeksi Covid-19. Model-model ini adalah organoid paru distal manusia (hDLO) dan babi yang dimodifikasi secara genetik.

Mereka mencatat bahwa model hewan yang ada, seperti kelinci dan beberapa primata, yang digunakan untuk simulasi infeksi Covid-19 tidak dapat sepenuhnya menangkap karakteristik utama fisiologi manusia. Itu berarti penelitian yang menggunakan model hewan ini hanya menghasilkan akurasi tes yang terbatas pada kemanjuran dan keamanan vaksin dan obat yang digunakan untuk melawan Covid-19.

Para peneliti mengatakan bahwa dua model baru dapat menunjukkan fitur klinis yang mirip dengan infeksi Covid-19 yang sebenarnya pada manusia. Melalui dua model ini, mereka percaya para ilmuwan akan dapat membuat studi yang lebih andal dan mendalam tentang infeksi Covid-19 dalam tubuh manusia untuk mengembangkan terapi vaksin dan obat-obatan yang lebih tepat.

Babi memiliki reseptor ACE2 yang sehat yang tidak berikatan dengan SARS-CoV-2. Tetapi, para ilmuwan telah menghilangkan beberapa gen untuk membuat mereka lebih rentan terhadap virus dan menginfeksi babi.

Tujuan akhir dari percobaan ini adalah untuk melahirkan babi yang dapat dijadikan model penelitian untuk penelitian Covid-19. Eksperimen ini dilakukan penyuntingan terhadap gen babi.

Menurut MIT Technology Review, beberapa ilmuwan juga telah menggunakan teknologi pengeditan gen CRISPR untuk melindungi babi dari epidemi mematikan yang mungkin akan menular ke manusia di masa depan. Mereka mengatakan, seperti saat ini, siapa pun yang masuk ke kandang babi wajib mengukur suhu tubuh, mandi, dan berganti pakaian.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore