Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2023 | 19.24 WIB

Terpapar Asap Kebakaran Hutan Kiriman dari Kanada, Langit Amerika Berubah Warna

Langit di kota-kota besar AS menjadi kecokelatan. Bahkan, bau asap begitu menyengat. Itu akibat kiriman asap kebakaran hutan dari Kanada. - Image

Langit di kota-kota besar AS menjadi kecokelatan. Bahkan, bau asap begitu menyengat. Itu akibat kiriman asap kebakaran hutan dari Kanada.

JawaPos.com – Kualitas udara di sejumlah wilayah timur Amerika Serikat (AS) tengah memburuk. Bahkan, disebut dalam titik membahayakan. Penyebabnya, kiriman asap dari Kanada. Beberapa kota yang terdampak, antara lain, New York, Massachusetts, dan Connecticut.

Akibat asap tersebut, langit di kota-kota besar AS menjadi kecokelatan. Bahkan, bau asap begitu menyengat. Langit berubah menjadi cokelat jingga. Jarak pandang pun terbatas. Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) menyebut kondisi itu akan bertahan selama beberapa hari ke depan.

Polusi udara itu juga membawa dampak pada puluhan juta penduduk. Kota-kota yang terimbas membunyikan alarm untuk penduduknya agar membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalaupun terpaksa harus keluar, disarankan memakai masker. Pintu-pintu dan jendela ditutup sepanjang hari. Sekolah-sekolah membatalkan semua aktivitas di luar ruangan. Utamanya di Kota New York.

’’Kami merekomendasikan semua warga New York untuk membatasi aktivitas di luar ruangan semaksimal mungkin,’’ ujar Wali Kota New York Eric Adams.

Berdasar data IQAir, New York memiliki kualitas udara terburuk dibandingkan kota besar mana pun di dunia. Posisi selanjutnya diduduki Lahore di Pakistan. Kota Delhi, India, yang secara konsisten selalu masuk di jajaran kota-kota dengan polusi udara terburuk berada di urutan keenam.

Ada lebih dari 150 titik kebakaran hutan dan semak aktif yang terjadi di Kanada. Otoritas setempat belum bisa memadamkan api sepenuhnya. Asap dari kebakaran hutan itu bergerak ke selatan ke arah AS sejak Mei lalu. Perubahan iklim ditengarai menjadi dampak utama kebakaran tersebut.

Anggota Dewan Direksi Nasional Asosiasi Paru-Paru Amerika Dr David Hill mengungkapkan, peringatan kualitas udara dipicu oleh sejumlah faktor. Termasuk deteksi polusi partikel halus yang dikenal sebagai PM 2.5. Partikel halus itu dapat mengiritasi paru-paru.

’’PM 2.5 adalah ukuran yang tepat untuk melewati pertahanan itu. Ketika partikel-partikel tersebut turun ke ruang pernapasan, akan menyebabkan tubuh mengalami reaksi peradangan,’’ ujar Hill seperti dikutip The Guardian. (sha/c6/hud)

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore