
Langit di kota-kota besar AS menjadi kecokelatan. Bahkan, bau asap begitu menyengat. Itu akibat kiriman asap kebakaran hutan dari Kanada.
JawaPos.com – Kualitas udara di sejumlah wilayah timur Amerika Serikat (AS) tengah memburuk. Bahkan, disebut dalam titik membahayakan. Penyebabnya, kiriman asap dari Kanada. Beberapa kota yang terdampak, antara lain, New York, Massachusetts, dan Connecticut.
Akibat asap tersebut, langit di kota-kota besar AS menjadi kecokelatan. Bahkan, bau asap begitu menyengat. Langit berubah menjadi cokelat jingga. Jarak pandang pun terbatas. Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) menyebut kondisi itu akan bertahan selama beberapa hari ke depan.
Polusi udara itu juga membawa dampak pada puluhan juta penduduk. Kota-kota yang terimbas membunyikan alarm untuk penduduknya agar membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalaupun terpaksa harus keluar, disarankan memakai masker. Pintu-pintu dan jendela ditutup sepanjang hari. Sekolah-sekolah membatalkan semua aktivitas di luar ruangan. Utamanya di Kota New York.
’’Kami merekomendasikan semua warga New York untuk membatasi aktivitas di luar ruangan semaksimal mungkin,’’ ujar Wali Kota New York Eric Adams.
Berdasar data IQAir, New York memiliki kualitas udara terburuk dibandingkan kota besar mana pun di dunia. Posisi selanjutnya diduduki Lahore di Pakistan. Kota Delhi, India, yang secara konsisten selalu masuk di jajaran kota-kota dengan polusi udara terburuk berada di urutan keenam.
Ada lebih dari 150 titik kebakaran hutan dan semak aktif yang terjadi di Kanada. Otoritas setempat belum bisa memadamkan api sepenuhnya. Asap dari kebakaran hutan itu bergerak ke selatan ke arah AS sejak Mei lalu. Perubahan iklim ditengarai menjadi dampak utama kebakaran tersebut.
Anggota Dewan Direksi Nasional Asosiasi Paru-Paru Amerika Dr David Hill mengungkapkan, peringatan kualitas udara dipicu oleh sejumlah faktor. Termasuk deteksi polusi partikel halus yang dikenal sebagai PM 2.5. Partikel halus itu dapat mengiritasi paru-paru.
’’PM 2.5 adalah ukuran yang tepat untuk melewati pertahanan itu. Ketika partikel-partikel tersebut turun ke ruang pernapasan, akan menyebabkan tubuh mengalami reaksi peradangan,’’ ujar Hill seperti dikutip The Guardian. (sha/c6/hud)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
