
Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Oval Office, White House, Washington, Senin (18/8). (cdn.abcotvs.com)
JawaPos.com — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden AS Donald Trump hari ini (28/12). Pertemuan tingkat tinggi itu digelar di Florida, yang secara luas disebut akan berlangsung di resor Mar-a-Lago. Sementara itu kesepakatan damai antara Kyiv dan Moskow masih dimatangkan.
Zelenskyy menyatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi intensif yang dimulai sejak November. “Kami tidak kehilangan satu hari pun. Kami sepakat mengadakan pertemuan di tingkat tertinggi dengan Presiden Trump dalam waktu dekat. Banyak hal bisa diputuskan sebelum Tahun Baru,” tulis Zelenskyy di akun X seperti dilansir dari The Guardian.
Namun, jelang lawatan itu, situasi keamanan di Ukraina memanas. Pada kemarin (27/12) dini hari, beberapa ledakan mengguncang Kyiv. Angkatan Udara Ukraina juga mengumumkan peringatan udara nasional, menyebutkan pergerakan drone dan rudal di sejumlah wilayah. Serangan juga terjadi di KYIV.
Zelenskyy mengatakan pertemuannya dengan Trump akan menyoroti isu sensitif dalam pembicaraan damai. Mulai dari jaminan keamanan bagi Ukraina, rekonstruksi pascaperang, hingga pembahasan teritorial terkait Donbas dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia. “Pertemuan ini secara khusus ditujukan untuk menyempurnakan sebanyak mungkin detail,” ujarnya.
Zelenskyy menambahkan, rencana damai terbaru yang kini dirumuskan dalam 20 poin sudah 90 persen siap. “Tujuan kami adalah membawa semuanya menjadi 100 persen,” katanya. Dia juga menyebut tim perunding Ukraina dan Amerika Serikat telah mencatat kemajuan signifikan.
Dokumen 20 poin itu dipandang sebagai pembaruan dari proposal 28 poin sebelumnya yang disepakati antara utusan Amerika dan pejabat Rusia. Ukraina mendorong adanya jaminan keamanan yang dimodelkan pada Pasal 5 NATO tentang pertahanan kolektif dalam setiap kesepakatan damai, meski belum jelas apakah Moskow akan menerima skema tersebut. “Rusia terus mencari alasan untuk tidak menyepakati” proposal damai, ujar Zelenskyy.
Sementara itu, Trump mengatakan dia memperkirakan pertemuan dengan Zelenskyy akan berlangsung baik. “Dia tidak punya apa-apa sampai saya menyetujuinya. Jadi kita lihat apa yang dia bawa,” kata Trump Jumat (26/12).
Pada kesempatan lain, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un semakin memamerkan dukungan kepada Rusia. Dia menyebut negaranya dan Rusia telah berbagai darah, hidup, dan mati dalam perang Ukraina.. Ini diucapkannya saat memberikan ucapan selamat tahun baru ke Presiden Rusia Vladimir Putin. "Tahun 2025 adalah tahun yang benar-benar bermakna bagi aliansi bilateral yang diperkuat dengan berbagi darah, hidup, dan mati di parit yang sama," katanya.
Sejak April lalu, Korea Utara telah mengkonfirmasi ahaa mereka telah mengerahkan pasukan untuk mendukung Rusia. Selain itu, ada tentara Korut yang tewas dalam perang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
