Warga mengenakan kostum dan topeng saat melakukan tradisi Julebukking, kebiasaan Natal khas Skandinavia (Dok. Curiosity Magazine)
JawaPos.com - Perayaan Natal di kawasan Skandinavia memiliki ragam tradisi yang tidak banyak dikenal di luar Eropa Utara. Salah satunya adalah Julebukking, sebuah kebiasaan lama yang menempatkan kostum dan penyamaran sebagai bagian utama perayaan.
Melansir dari Curiosity Magazine, tradisi ini berasal dari budaya Norse kuno, dimana sekelompok orang berkeliling lingkungan sekitar dengan mengenakan topeng dan pakaian khusus selama masa Natal hingga pergantian tahun. Identitas para peserta sengaja disembunyikan untuk menciptakan suasana kejutan sekaligus hiburan bagi warga yang dikunjungi.
Nama Julebukking berakar dari simbol kambing Natal atau Yule Goat, figur yang telah lama hadir dalam kepercayaan dan folklore masyarakat Skandinavia. Dalam praktiknya, para peserta biasanya datang ke rumah-rumah tetangga sambil menyanyikan lagu, bercanda, atau menampilkan pertunjukan singkat.
Tuan rumah kemudian diminta menebak siapa orang di balik kostum sebelum memberikan suguhan makanan atau minuman hangat, sebagaimana didokumentasikan dalam catatan sejarah Norwegia yang dipublikasikan oleh Vintage Norway melalui arsip visual dari tahun 1930.
Dokumentasi lama menunjukkan bahwa Julebukking awalnya dilakukan oleh kalangan remaja hingga orang dewasa dan menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah musim dingin yang panjang. Foto-foto arsip yang dihimpun Vintage Norway memperlihatkan kostum sederhana dengan topeng buatan tangan dan atribut menyerupai kambing, menegaskan kuatnya unsur tradisi rakyat dalam perayaan tersebut. Tidak jarang, anggota keluarga dari rumah yang dikunjungi ikut bergabung dengan rombongan untuk melanjutkan kunjungan ke rumah lain, sehingga tradisi ini berkembang menjadi perayaan kolektif.
Seiring berjalannya waktu, bentuk Julebukking mengalami penyesuaian. Menurut catatan Justapedia, di sejumlah wilayah praktik ini kini lebih sering dilakukan oleh anak-anak dan dikemas dengan cara yang lebih sederhana, mirip dengan kegiatan trick-or-treat. Meski tampil lebih modern, esensi tradisi sebagai sarana interaksi sosial dan pewarisan nilai budaya tetap dipertahankan, termasuk di komunitas keturunan Skandinavia yang tinggal di luar Eropa.
Keberadaan Julebukking menegaskan bahwa perayaan Natal memiliki wajah yang beragam di setiap daerah. Tradisi ini menjadi contoh bagaimana unsur kepercayaan lama, kreativitas kostum, dan kebersamaan warga dapat berpadu dalam satu perayaan, sekaligus memperlihatkan upaya masyarakat Skandinavia menjaga identitas budayanya di tengah perubahan zaman.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
