Menurut laporan DW, selama berbulan-bulan, El Fasher terputus sepenuhnya dari dunia luar. Banyak warga terpaksa bertahan hidup dengan pakan ternak. Di tengah situasi tersebut, RSF dilaporkan menembaki warga yang mencoba melarikan diri, melakukan pemerkosaan, hingga menggunakan tentara anak.
“Kami khawatir akan terjadi penembakan massal, pemerkosaan, dan kelaparan yang semakin parah. Kontak kami di kota melaporkan bahwa rata-rata tiga anak meninggal setiap jam,” ujar Marina Peter, Ketua Forum Sudan Jerman dan Sudan Selatan, dikutip dari DW.
RSF bahkan menggali parit yang mengelilingi kota untuk mencegah siapa pun keluar masuk. Cara ini, menurut sejumlah organisasi kemanusiaan, merupakan strategi sistematis untuk membuat kota tersebut kelaparan secara perlahan. Dalam konflik yang semakin brutal ini, nyawa manusia nyaris tidak diperhitungkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
