
Fasilitas nuklir Iran di Fordow yang diklaim oleh Trump telah diserang. (Istimewa)
JawaPos.com - Teheran kembali menggebrak dunia internasional. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan secara tegas bahwa negaranya tak akan melanjutkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) jika badan tersebut tidak menghentikan apa yang disebutnya sebagai 'standar ganda' terkait program nuklir Iran.
Pernyataan keras ini disampaikan Pezeshkian dalam sambungan telepon dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa.
“Kelanjutan kerja sama Iran dengan IAEA bergantung pada kesediaan badan itu untuk memperbaiki standar gandanya dalam menangani isu nuklir,” tegasnya seperti dikutip media pemerintah Iran.
Ketegangan antara Iran dan IAEA memuncak setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada fasilitas nuklir Iran bulan Juni lalu, yang memicu perang 12 hari dan saling serang antara kedua negara.
Iran menuduh IAEA memicu serangan dengan mengeluarkan resolusi yang menyatakan Teheran melanggar kewajiban non-proliferasi. Padahal, Iran berkukuh program nuklirnya murni untuk tujuan damai, bukan untuk membuat senjata atom.
Pezeshkian pun memperingatkan, “Setiap agresi berulang terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih tegas dan disesali.”
Nada ancaman itu diperkuat oleh pernyataan Teheran yang menganggap kegagalan IAEA bersikap netral telah mencoreng kredibilitas lembaga tersebut.
Situasi semakin panas setelah saluran oposisi Iran International TV menayangkan potongan siaran televisi pemerintah Iran.
Dalam tayangan itu, Kepala IAEA Rafael Grossi digambarkan dalam kartun satir: wajahnya berada dalam bidikan senapan sniper bertuliskan simbol Bintang Daud (Israel) dan MAGA (AS).
Narator siaran bahkan menyebut Grossi sebagai 'pengkhianat' yang 'akan diurus'. Demikian mengutip YNetNews.
Tuduhan terhadap Grossi bukan hal baru. Sejak dimulainya operasi militer Iran bertajuk Operation Rising Lion, tokoh-tokoh garis keras di Teheran menuduhnya membocorkan informasi rahasia ke Israel.
Beberapa pihak ekstrem bahkan menyerukan penangkapan hingga eksekusi Grossi.
Merespons meningkatnya ancaman, IAEA pada Jumat lalu menarik seluruh inspektornya dari Iran karena alasan keamanan. Namun Grossi menekankan pentingnya dialog: “Kami harus segera mencari cara untuk melanjutkan pengawasan dan inspeksi di Iran.”

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
