Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 00.36 WIB

Hari Kedua Konklaf 2025, Asap Hitam Masih mengepul dari Cerobong Kapel Sistina di Vatikan, Pertanda Belum Ada Paus Terpilih

Asap hitam keluar dari Kapel Sistina Rabu (7/5) malam, menandakan belum ada Paus terpilih. (Vatikan News) - Image

Asap hitam keluar dari Kapel Sistina Rabu (7/5) malam, menandakan belum ada Paus terpilih. (Vatikan News)

JawaPos.com – Hari kedua Konklaf untuk memilih Paus ke-267 dimulai pagi ini di Kapel Sistina. Sebanyak 133 kardinal dari 70 negara melanjutkan proses pemungutan suara setelah hari pertama berakhir tanpa hasil.

Pada Rabu (7/5) malam, pukul 21.00 waktu setempat, asap hitam muncul dari cerobong Kapel Sistina, menandakan bahwa pemungutan suara pertama belum menghasilkan Paus baru.

Menurut laporan dari Vatican News, asap hitam tersebut mengepul tebal selama beberapa menit, disaksikan oleh ribuan umat Katolik yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus.

Keheningan dan doa mengiringi momen tersebut, menunjukkan bahwa hingga pemungutan suara pertama selesai, belum ada kandidat yang mencapai dua pertiga suara yang dibutuhkan.

Umat yang hadir tampak tenang dan tetap optimistis sambil melanjutkan doa mereka di bawah gemerlap lampu kota Roma. 

Proses pemilihan ini dilakukan dalam suasana tertutup dan penuh kerahasiaan, sesuai dengan tradisi Gereja Katolik. Para kardinal akan melanjutkan hingga empat putaran pemungutan suara setiap hari hingga tercapai mayoritas dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk memilih Paus baru. 

Meskipun belum ada kandidat yang secara resmi diunggulkan, beberapa nama seperti Kardinal Pietro Parolin dari Italia dan Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina sering disebut-sebut sebagai calon kuat. Namun, hingga saat ini, belum ada konsensus yang tercapai di antara para kardinal. 

Proses konklaf ini berlangsung di bawah pengawasan ketat dan dengan pengamanan tinggi untuk memastikan kerahasiaan dan integritas pemilihan. Para kardinal dilarang berkomunikasi dengan dunia luar selama proses berlangsung. 

Umat Katolik di seluruh dunia terus menantikan hasil konklaf dengan penuh harap. Setiap hari, mereka memantau cerobong asap di Kapel Sistina untuk melihat apakah asap putih—tanda terpilihnya Paus baru—akan muncul. 

Konklaf ini dianggap sebagai momen penting bagi Gereja Katolik, terutama dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan di masa depan.

Pemilihan Paus baru diharapkan dapat membawa semangat baru dan persatuan di tengah tantangan global yang dihadapi Gereja.

Proses konklaf akan terus berlanjut hingga Paus baru terpilih. Umat Katolik di seluruh dunia diimbau untuk terus berdoa agar Roh Kudus membimbing para kardinal dalam membuat keputusan yang bijaksana.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore