Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2024 | 13.26 WIB

Imigran Afrika Barat Gunakan Paspor Palsu dan Menyamar sebagai Anak di Bawah Umur Demi Melintasi Perbatasan Amerika

Jumlah imigran yang menyeberangi perbatasan di Selatan pada bulan Desember mencapai rekor tertinggi.

 
JawaPos.com - Lembaga masyarakat di perbatasan Arizona, Amerika Serikat melihat adanya peningkatan jumlah imigran dari negara Afrika Barat, Guinea, yang membawa paspor palsu dan mengaku sebagai anak di bawah umur.
 
Para pendatang baru ini mengubah usia mereka untuk berpura-pura menjadi anak di bawah umur tanpa pendamping, demi mendapatkan kesempatan masuk ke Amerika.
 
Dikutip JawaPos.com ari Fox News Digital, Selasa (2/1) kabar tersebut telah dibagikan melalui memo internal dari Unit Intelijen Sektor Tucson Patroli Perbatasan Amerika Serikat.
 
"Para pejabat dari pemerintah Guinea, mungkin menyarankan orang-orang yang mendapatkan paspor baru dengan tujuan mereka dapat mengubah usia," tulis memo tersebut. 
 
"Sehingga mereka dapat lebih mudah masuk ke Amerika Serikat sebagai anak di bawah umur," demikian isi memo tersebut, bersama dengan contoh-contoh paspor asli dan paspor Guinea yang telah dimanipulasi."
 
"Diduga paspor Guinea yang diterbitkan di Conakry setelah Juni 2023, kemungkinan besar palsu atau telah diubah," lanjut dari isi memo tersebut.
 
 
Seorang imigran juga mengklaim bahwa ada sebuah 'kelompok ilegal', yang mencuri beberapa buku paspor kosong dari kementerian di Conakry.
 
Kemudian kelompok ilegal tersebut menjual dan menerbitkan paspor-paspor tersebut tanpa prosedur yang benar, demikian penjelasan dari Patroli Perbatasan yang dikutip dari New York Post.
 
 
Peringatan ini dikeluarkan karena ratusan pria Guinea telah menyeberang ke Amerika Serikat melalui sektor Tuscon, Arizona demikian klaim Fox News.
 
Hampir 170 warga negara Guinea menyeberangi daerah itu pada hari Sabtu, jelas outlet tersebut, mengutip sumber dari Patroli Perbatasan.
 
Mantan pejabat menteri Keamanan Dalam Negeri, Chad Wolf mengatakan kepada 'Fox & Friends' bahwa tuduhan seputar pemalsuan paspor sangat memprihatinkan.
 
Terutama setelah jumlah imigran yang menyeberangi perbatasan di Selatan pada bulan Desember mencapai rekor tertinggi.
 
"Setiap kali imigran masuk dalam jumlah yang sangat banyak, hal ini membuat patroli perbatasan kewalahan. Sehingga para penyelundup dan kartel dengan mudah mengetahui hal ini," jelas Wolf.
 
"Mereka melatih para individu, bagaimana cara melintasi perbatasan tersebut, jika perlu bagaimana cara mengubah paspor, sehingga mereka dapat dibebaskan masuk ke negara tersebut," tambahnya.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore