
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Umumkan Hari Berkabung Nasional Turki Selama Tiga Hari.
Jawapos.com - Agresi yang dilakukan oleh pasukan militer Israel (IDF) di jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu, telah membuat sejumlah negara mengecam tindakan tersebut.
Salah satu negara yang sangat mengecam tindakan Israel adalah Turki. Sang Presiden, Recep Tayyip Erdogan bahkan menyebut negara Israel sebagai ‘negara teroris’
Erdogan baru-baru ini melakukan komunikasi via telepon dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres.
Komunikasi tersebut dilakukan menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas konflik yang terjadi di Gaza.
Dalam komunikasi tersebut, Turki menekan PBB bahwa Israel harus bertanggung jawab di pengadilan internasional atas kejahatan perang yang dilakukan di Gaza.
“Selama panggilan telepon tersebut, Presiden Erdogan mengatakan bahwa Israel tanpa malu-malu terus menginjak-injak hukum internasional, hukum perang, dan hukum kemanusiaan internasional dengan memandang mata komunitas internasional, dan Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya di hadapan dunia. hukum internasional,” Ujar staf kepresidenan Turki.
Selain itu, pemimpin 69 tahun tersebut juga menekan Komunitas Internasional untuk membuka akses bantuan kemanusiaan serta upaya perdamaian abadi di Palestina.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan mengatakan, akan menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York.
Dalam sebuah pernyataan, mereka menambahkan bahwa Fidan juga akan mengadakan pertemuan dengan rekan-rekannya beberapa negara Muslim dari Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bulan ini untuk membahas permasalahan di Gaza.
Sebagai informasi, Sebagai informasi, Hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas di Palestina telah mencapai 15.00 orang. Sementara di Tepi Barat, 226 warga tewas oleh serangan tentara IDF yang membabi buta.
Jumlah korban tersebut mencakup lebih dari 6000 anak-anak. 4000 wanita dan 611 orang lanjut usia. Pihak kementerian juga melaporkan lebih 35.000 orang lainnya terluka akibat perang ini.
***

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
