Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 14.28 WIB

Ditengah Perselisihan Pembunuhan Separatis, Kanada Menarik 41 Diplomat dari Kedutaan India

Seorang pria berjalan melewati kedutaan Kanada pada 19 September 2023. Sumber Foto: Arun Sankar/AFP/Getty Images - Image

Seorang pria berjalan melewati kedutaan Kanada pada 19 September 2023. Sumber Foto: Arun Sankar/AFP/Getty Images

JawaPos.com – Kanada telah menarik 41 diplomat dari India di tengah perselisihan mengenai pembunuhan seorang separatis Sikh.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan ada bukti yang dapat dipercaya tentang kemungkinan hubungan antara agen India dan pembunuhan Hardeep Singh Nijjar (45) pada bulan Juni yang ditembak di luar kuil Sikh di British Columbia.

Dilansir dari The Guardian, Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly mengatakan, bahwa India telah mengancam akan mencabut status resmi diplomat tersebut secara sepihak pada hari Jumat.

Katanya, langkah tersebut tidak masuk akal serta belum pernah terjadi sebelumnya dan jelas-jelas melanggar konvensi Wina tentang hubungan diplomatik.

“Mengingat dampak tindakan India terhadap keselamatan diplomat, kami telah memfasilitasi keberangkatan mereka dengan aman dari India,” katanya pada konferensi pers.

“Jika kita membiarkan norma kekebalan diplomatik dilanggar, tidak ada diplomat di mana pun di dunia yang akan aman, jadi untuk itu kami tidak akan membalasnya,” ujarnya.

Hubungan antara India dan Kanada memburuk sejak Trudeau secara terbuka menghubungkan intelijen India dengan pembunuhan Nijjar, seorang warga negara Kanada yang oleh New Delhi dicap sebagai teroris.

Kanada telah meminta India untuk bekerja sama dalam penyelidikan ini, namun New Delhi menolak tuduhan tersebut dan mengambil tindakan balasan, seperti menutup layanan visa bagi warga Kanada.

Saat di New York bulan lalu, Menteri Luar Negeri India yaitu Subrahmanyam Jaishankar mengatakan bahwa negaranya bersedia memeriksa bukti apa pun yang diajukan Kanada.

“Kami sebenarnya telah mendesak Kanada dan telah memberi mereka banyak informasi tentang kepemimpinan kejahatan terorganisir yang beroperasi di Kanada,” kata Jaishankar, mengacu pada separatis Sikh.

“Kita menghadapi situasi di mana diplomat kita diancam, konsulat kita diserang dan komentar-komentar sering dilontarkan merupakan campur tangan dalam politik kita,” katanya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore