PARA PEMIMPIN DUNIA: Dari kiri, Presiden AS Joe Biden, Presiden RD Kongo Felix Tshisekedi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sultan Brunei Hassanal Bolkia, Presiden Indonesia Joko Widodo, PM Italia Mario Draghi, dan pa
JawaPos.com - Aktivis mengatakan bahwa Negara-negara maju dan berkembang harus memanfaatkan pertemuan G20 ini untuk membentuk perjanjian internasional guna meningkatkan pajak kekayaan bagi orang-orang kaya di dunia.
Dilansir dari The Guardian, dalam sebuah surat terbuka kepada G20 sebelum pertemuannya di Delhi, kelompok yang terdiri dari hampir 300 jutawan, ekonom dan politisi mengatakan tindakan segera diperlukan untuk mencegah kekayaan ekstrim yang dapat merusak masa depan.
Surat yang ditandatangani oleh pewaris Disney Abigail Disney dan artis Brian Eno dan Richard Curtis, mendesak G20 untuk menunjukkan kerja sama global yang sama seperti yang ditunjukkan dalam memastikan perusahaan multinasional membayar pajak pada tingkat minimum untuk menyetujui secara kolektif mengenakan pajak kekayaan.
Surat itu berbunyi, “Banyak pekerjaan telah dilakukan, ada banyak sekali usulan kebijakan perpajakan kekayaan dari beberapa ekonom terkemuka dunia, masyarakat menginginkannya, kami menginginkannya."
Adapun surat yang diselenggarakan oleh Patriotic Millionaires, Institute for Policy Studies, Earth 4 All, Millionaires for Humanity dan Oxfam, mengatakan bahwa mengenakan pajak yang lebih besar pada kekayaan akan mengurangi tingkat kesenjangan yang berbahaya.
Surat tersebut menjelaskan bahwa G20 yang terdiri dari kelompok negara-negara kaya G7 dengan negara-negara emerging market terkemuka seperti Tiongkok, India, Brasil dan Indonesia harus secara kolektif sepakat untuk menaikkan pajak bagi individu kaya dan menghentikan persaingan dan penghindaran pajak oleh negara-negara super kaya.
Katy Chakrabortty, kepala kebijakan dan advokasi Oxfam juga mengangkat persoalan protes dari aktivis ini.
“Suara-suara yang ada kini menjadi terlalu keras sehingga para politisi tidak bisa terus mengabaikannya,” ujarnya.
“Dunia berada pada titik kritis, perpajakan yang lebih adil untuk mengatasi biaya hidup dan krisis iklim didukung oleh para jutawan hingga masyarakat, kini sudah saatnya bagi pemerintah untuk bertindak,” tambahnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
