Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 22.50 WIB

Kelompok Aktivis Mendesak Negara-Negara G20 Harus Capai Kesepakatan untuk Menaikkan Pajak Bagi Orang Kaya

PARA PEMIMPIN DUNIA: Dari kiri, Presiden AS Joe Biden, Presiden RD Kongo Felix Tshisekedi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sultan Brunei Hassanal Bolkia, Presiden Indonesia Joko Widodo, PM Italia Mario Draghi, dan pa

JawaPos.com -  Aktivis mengatakan bahwa Negara-negara maju dan berkembang harus memanfaatkan pertemuan G20 ini untuk membentuk perjanjian internasional guna meningkatkan pajak kekayaan bagi orang-orang kaya di dunia.

Dilansir dari The Guardian, dalam sebuah surat terbuka kepada G20 sebelum pertemuannya di Delhi, kelompok yang terdiri dari hampir 300 jutawan, ekonom dan politisi mengatakan tindakan segera diperlukan untuk mencegah kekayaan ekstrim yang dapat merusak masa depan.

Surat yang ditandatangani oleh pewaris Disney Abigail Disney dan artis Brian Eno dan Richard Curtis, mendesak G20 untuk menunjukkan kerja sama global yang sama seperti yang ditunjukkan dalam memastikan perusahaan multinasional membayar pajak pada tingkat minimum untuk menyetujui secara kolektif mengenakan pajak kekayaan.

Surat itu berbunyi, “Banyak pekerjaan telah dilakukan, ada banyak sekali usulan kebijakan perpajakan kekayaan dari beberapa ekonom terkemuka dunia, masyarakat menginginkannya, kami menginginkannya." 

Adapun surat yang diselenggarakan oleh Patriotic Millionaires, Institute for Policy Studies, Earth 4 All, Millionaires for Humanity dan Oxfam, mengatakan bahwa mengenakan pajak yang lebih besar pada kekayaan akan mengurangi tingkat kesenjangan yang berbahaya.

Surat tersebut menjelaskan bahwa G20 yang terdiri dari kelompok negara-negara kaya G7 dengan negara-negara emerging market terkemuka seperti Tiongkok, India, Brasil dan Indonesia  harus secara kolektif sepakat untuk menaikkan pajak bagi individu kaya dan menghentikan persaingan dan penghindaran pajak oleh negara-negara super kaya.

Katy Chakrabortty, kepala kebijakan dan advokasi Oxfam juga mengangkat persoalan protes dari aktivis ini.

“Suara-suara yang ada kini menjadi terlalu keras sehingga para politisi tidak bisa terus mengabaikannya,” ujarnya.

“Dunia berada pada titik kritis, perpajakan yang lebih adil untuk mengatasi biaya hidup dan krisis iklim didukung oleh para jutawan hingga masyarakat, kini sudah saatnya bagi pemerintah untuk bertindak,” tambahnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore