
Photo
JawaPos.com - Pakistan hingga Kamis (27/2) melaporkan dua kasus virus Korona. Kendati penularan wabah belum signifikan, pemerintah Pakistan langsung mengambil langkah cepat dan tegas. Pakistan menutup sekolah-sekolah di sejumlah wilayah. Selain itu, pemerintah Pakistan juga menangguhkan penerbangan dari dan ke Iran. Hal itu dilakukan untuk mencegah dan menghentikan penyebaran wabah virus Korona.
Pakistan pantas waswas. Negara Asia Selatan itu berbatasan langsung dengan Tiongkok dan Iran. Tiongkok merupakan tempat wabah berawal dan kini sudah terdapat 78.497 kasus dan menyebabkan 2.744 orang meninggal dunia. Sementara, Iran hingga Kamis (27/2) mencatat ada 245 kasus virus Korona dan 26 orang meninggal dunia.
Dua orang Pakistan yang dinyatakan positif terkena virus Korona sebelumnya melakukan perjalanan ke Iran sebagai bagian dari kelompok peziarah dari komunitas Muslim Syiah Pakistan. Para pejabat kesehatan Pakistan mengatakan keduanya dalam kondisi stabil.
Pihak berwenang menutup sekolah di provinsi selatan Sindh, termasuk kota terbesar Karachi, tempat kasus pertama dilaporkan. Selain itu, sekolah di Provinsi Baluchistan di barat daya, yang berbatasan dengan Iran, juga ditutup. Pemerintah Pakistan juga mulai melacak hampir 8.000 peziarah yang baru saja kembali ke Pakistan dari Iran.
Sementara itu, penerbangan sipil Pakistan akan menunda semua operasi penerbangan dengan Iran mulai Kamis (27/2) malam hingga pemberitahuan lebih lanjut. "Kami telah memutuskan untuk menutup penerbangan dengan Iran," kata juru bicara penerbangan sipil Pakistan, Sattar Khokhar, kepada Reuters. Pakistan sendiri sudah menutup perbatasannya dengan Iran pada Minggu (23/2).
Salah satu pejabat di Provinsi Sindh, Murad Ali Shah, mengatakan 28 peziarah yang menjadi bagian kasus pertama telah dilacak dan akan dipantau. "Kami akan menuju langkah selanjutnya," sebutnya dalam konferensi pers di Karachi.
Pemerintah Provinsi Sindh juga sedang melacak 1.500 orang yang telah kembali ke provinsinya dari Iran selama Februari. Ada total 8.000 peziarah. "Kami sedang mendeteksi keberadaan mereka," imbuh Shah.
Pihak berwenang Pakistan sejauh ini telah mengarantina lebih dari 200 jamaah haji di perbatasan. Selain itu, Pakistan juga meningkatkan langkah-langkah pemindaian di bandara dan penyeberangan perbatasan lainnya, termasuk Afghanistan barat.
Kementerian Kesehatan Pakistan telah meluncurkan kampanye media untuk mendidik masyarakat. Intinya mendesak masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam membantu mengidentifikasi setiap kasus yang diduga virus Korona. Pakistan, seperti kebanyakan negara Asia Selatan, tidak memiliki perlengkapan yang baik dan memadai untuk menghadapi keadaan darurat berskala besar jika virus Korona menyebar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
