
Ilustrasi: Goodbye to good times? (Jeenah Moon/Bloomberg).
JawaPos.com - Microsoft kembali mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) baru terhadap karyawannya. PHK lanjutan ini terutama akan memengaruhi departemen penjualan, pemasaran, dan dukungan pelanggannya.
Dilansir dari CNBC Internasional, ini terjadi hanya beberapa bulan setelah CEO Satya Nadella sebelumnya mengumumkan pengurangan 10.000 karyawan, yang diperkirakan akan selesai pada akhir Maret. Nyatanya tidak demikian, gelombang PHK massal Microsoft ternyata berlanjut.
Berita tentang PHK tambahan ini terungkap saat beberapa karyawan memperbarui profil LinkedIn mereka untuk mencerminkan status mereka sebagai bagian dari putaran baru PHK.
"Penyesuaian organisasi dan tenaga kerja adalah bagian yang diperlukan dan rutin dalam mengelola bisnis kami. Kami akan terus memprioritaskan investasi di area pertumbuhan strategis untuk mendukung masa depan pelanggan dan mitra kami," kata seorang juru bicara dari Microsoft yang mengkonfirmasi penyesuaian tenaga kerja baru-baru ini.
Meskipun pernyataan tersebut dapat memberikan beberapa wawasan tentang motivasi di balik PHK, masih belum jelas mengapa departemen khusus ini menjadi sasaran.
Terlepas dari PHK ini, posisi keuangan Microsoft tetap kuat pada tahun 2023. Selama enam bulan terakhir, saham perusahaan telah melonjak sebesar 40,74 persen. Lintasan ke atas ini dapat dikaitkan, setidaknya sebagian, dengan investasi Microsoft dalam bisnis AI generatif.
Perusahaan yang berbasis di Redmond, Washington, Amerika Serikat (AS) itu belakangan memang diketahui tengah getol mengembangkan potensi AI atau Artificial Intelligence. Microsoft terus menggali potensi AI dan keputusan strategisnya di bidang ini telah terbayar dengan baik.
Microsoft bukan satu-satunya perusahaan yang mendapat manfaat dari revolusi AI. Harga saham perusahaan teknologi lainnya mengalami kenaikan signifikan akibat dampak kecerdasan buatan. Misalnya, harga saham Nvidia melonjak hingga 194,61 persen pada tahun 2023, mencapai rekor tertinggi.
Saat tahun fiskal Microsoft mendekati akhir pada 31 Maret 2023, laba bersih perusahaan juga dikabarkan meningkat menjadi USD 18,3 miliar yang mengesankan, mewakili peningkatan 9 persen dari tahun ke tahun. Investor sangat menantikan pengumuman pendapatan kuartal keempat Microsoft, yang dijadwalkan pada akhir bulan ini.
Sementara berita tentang PHK terbaru mungkin meresahkan beberapa orang, Microsoft mengklaim bahwa itu semua untuk meningkatkan fokus strategis pada area pertumbuhan. Ditambah dengan kinerja keuangannya yang kuat, perusahaan dengan jelas menyatakan komitmennya untuk tetap menjadi yang terdepan dalam segmen tersebut.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
