Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2017 | 21.26 WIB

Akhir Tragis Mahasiswa Amerika yang di Penjara di Korea Utara

SETAHUN LALU: (Searah jarum jam) Otto saat menjalani persidangan di Pyongyang, Otto digendong staf RS saat keluar dari pesawat, Otto (dilingkari) bermain salju sehari sebelum akan pulang ke AS. - Image

SETAHUN LALU: (Searah jarum jam) Otto saat menjalani persidangan di Pyongyang, Otto digendong staf RS saat keluar dari pesawat, Otto (dilingkari) bermain salju sehari sebelum akan pulang ke AS.


JawaPos.com – Perjalanan Otto Warmbier usai sudah. Pemuda 22 tahun itu akhirnya menghembuskan napas terakhir sepekan setelah pulang ke rumah. Warmbier pulang setelah lebih dari 15 bulan dipenjara di Korea Utara (Korut).



Warmbier ditahan setelah dituduh mencuri spanduk propaganda dari salah satu hotel di Pyongyang, Korut. Pekan lalu Warmbier dipulangkan ke AS. Korut menyebutnya sebagai aksi kemanusiaan. Namun, Warmbier pulang dalam kondisi mengenaskan. Dia koma.



Warmbier diduga sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri sejak selesai menjalani persidangan atas kasusnya. Korut mengklaim Warmbier koma karena terpapar bakteri berbahaya yang membuatnya kehilangan kesadaran. Tetapi, pihak keluarga menyebutkan kalau Warmbier mengalami penyiksaan luar biasa.



Dokter yang merawat Warmbier begitu dia turun dari pesawat yang membawanya ke kampung halamannya di Cincinnati, Ohio, mengatakan kalau dia mengalami kerusakan otak. ”Adalah tugas kami sebagai orang tua untuk mengabarkan kalau anak kami Otto Warmbier, sudah menyelesaikan perjalanan pulangnya. Di kelilingi keluarga yang mencintainya, Otto meninggal dunia pada pukul 14.20 Senin (19/6),” tulis pernyataan keluarga.



Ketika sampai Cincinnati pada 13 Juni, Warmbier tidak bisa berbicara, melihat, atau merespons perintah verbal. ”Dia terlihat sangat tidak tenang, terkesan sedih. Meski kami tidak mendengar suaranya lagi, namun dalam sehari wajahnya berubah. Dia terlihat tenang. Dia sudah berada di rumah dan kami menyakini, dia bisa merasakan itu semua,” sambungnya.



Warmbier adalah mahasiswa Universitas Virginia yang berpergian ke Pyongyang via travel agent. AS menyebutkan kalau penahanan Warmbier tak lebih dari usaha Korut untuk menekan AS. Warmbier ditangkap hanya beberapa saat sebelum dia akan pulang ke AS. Di bandara Pyongyang, polisi menahannya. 



Polisi mengatakan Warmbier mencuri spanduk pemerintah Korut. Warmbier sebenarnya hanya melepaskan banner politik dari tembok di hotel tempatnya menginap di Pyongyang pada Januari 2016. Namun dia langsung ditahan dan menjalani sidang. Hukumannya fantastis, Warmbier mendapatkan hukuman penjara 15 tahun.(BBC/theguardian/cnn/tia/JPK)




Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore