
BANGGA: Anggota YPP Yaman menunjukkan buku yang merupakan kumpulan naskah Sayembara Cerita Mini (SCM) se Timur Tengah dan Afrika.
JawaPoc.om - Di tengah-tengah gejolak konflik negara-negara Timur Tengah & Afrika, khususnya Yaman, ternyata tidak menyusutkan semangat para pelajar di Timur Tengah Afrika untuk berkarya.
PPI Yaman mengemas 50 naskah terbaik hasil Sayembara Cerita Mini (SCM) se Timur Tengah dan Afrika yang diikuti oleh tujuh negara Timur Tengah. Di antaranya Yaman, Mesir, Yordania, Maroko, Lebanon, Libya dan Turkey.
Sayembara yang mengangkat tema besar Memperteguh Moralitas Bangsa Melalui Sastra itu mendaulat Pipiet Senja, novelis nasional, sebagai dewan juri. ’’Kami tidak menjual untuk profit. Hanya ganti ongkos percetakan dan yang mau soft copy akan kami beri cuma-cuma, hanya jangan mengubah hak cipta saja,’’ papar Jihadul Muluk Khalwat, mahasiswa jurusan Syariah di Fakultas Syariah dan Law, Al Ahgaff University, Hadhramaut, Yaman yang merupakan ketua PPI Yaman tersebut.
Menurutnya, antologi ini sebagai bentuk kontribusi nyata melaui literasi sastra yang dikemas dalam cerita mini inspiratif sangat-sangat memberikan inovasi baru di dunia karya sastra.
Dengan harapan kisah-kisah inspiratif dalam antologi ini mampu melecutkan inspirasi anak bangsa. Selama ini, Negara-negara timur tengah dan Afrika utara memang menjadi primadona bagi pelajar Indonesia. Khususnya untuk ilmu agama. Mereka tersebar di Mesir, Maroko, Tunisia, Yordania, Sudan, Makkah, Madinah, Yaman, Libya, Syria dan deretan Negara timur tengah lainnya.
Beda negara tentu saja beda budaya dan lingkungannya. Misalnya di Yaman. Lingkungannya terkenal agamis, santun, menghargai para tamu. Budaya Yaman hampir sama seperti di Indonesia, sarungan, jual beli, tradisi ziarah kubur, maulid dan tahlil juga saya temukan di Hadhramaut.
Terlepas dari situasi politik yang kurang kondusif, gaya hidup yang sederhana ini membuat mahasiswa Indonesia merasa cukup nyaman.
Negara yang bermata uang Riyal ini juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia disetiap tahunnya. Al-Ahgaff University merupakan salah satu universitas swasta yang berani memberikan kuliah cuma-cuma, memberikan biaya pendidikan gratis, asrama dan makan gratis. "Kami hanya dibebani membeli buku silabus. Model belajar hampir sama, di Al-Ahgaff University, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum jenjang S1 ditempuh selama 10 semester sekitar lima tahun untk mendapat gelar," kata Jihadul.(ina/tia)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
