Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 April 2017 | 23.15 WIB

Antologi Cerita Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah

BANGGA: Anggota YPP Yaman menunjukkan buku yang merupakan kumpulan naskah Sayembara Cerita Mini (SCM) se Timur Tengah dan Afrika. - Image

BANGGA: Anggota YPP Yaman menunjukkan buku yang merupakan kumpulan naskah Sayembara Cerita Mini (SCM) se Timur Tengah dan Afrika.


JawaPoc.om - Di tengah-tengah gejolak konflik negara-negara Timur Tengah & Afrika, khususnya Yaman, ternyata tidak menyusutkan semangat para pelajar di Timur Tengah Afrika untuk berkarya.


PPI Yaman mengemas 50  naskah terbaik hasil Sayembara Cerita Mini (SCM) se Timur Tengah dan Afrika yang diikuti oleh tujuh negara Timur Tengah. Di antaranya Yaman, Mesir, Yordania, Maroko, Lebanon, Libya dan Turkey.



Sayembara yang mengangkat tema besar Memperteguh Moralitas Bangsa Melalui Sastra itu mendaulat Pipiet Senja, novelis nasional, sebagai dewan juri. ’’Kami tidak menjual untuk profit. Hanya ganti ongkos percetakan dan yang mau soft copy akan kami beri cuma-cuma, hanya jangan mengubah hak cipta saja,’’ papar Jihadul Muluk Khalwat, mahasiswa jurusan Syariah di Fakultas Syariah dan Law, Al Ahgaff University, Hadhramaut, Yaman yang merupakan ketua PPI Yaman tersebut.



Menurutnya, antologi ini sebagai bentuk kontribusi nyata melaui literasi sastra yang dikemas dalam cerita mini inspiratif sangat-sangat memberikan inovasi baru di dunia karya sastra.


Dengan harapan kisah-kisah inspiratif dalam antologi ini mampu melecutkan inspirasi anak bangsa. Selama ini, Negara-negara timur tengah dan Afrika utara memang menjadi primadona bagi pelajar Indonesia. Khususnya untuk ilmu agama. Mereka tersebar di Mesir, Maroko, Tunisia, Yordania, Sudan, Makkah, Madinah, Yaman, Libya, Syria dan deretan Negara timur tengah lainnya.



Beda negara tentu saja beda budaya dan lingkungannya. Misalnya di Yaman. Lingkungannya terkenal agamis, santun, menghargai para tamu. Budaya Yaman hampir sama seperti di Indonesia, sarungan, jual beli, tradisi ziarah kubur, maulid dan tahlil juga saya temukan di Hadhramaut.


Terlepas dari situasi politik yang kurang kondusif, gaya hidup yang sederhana ini membuat mahasiswa Indonesia merasa cukup nyaman.



Negara yang bermata uang Riyal ini juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia disetiap tahunnya. Al-Ahgaff University merupakan salah satu universitas swasta yang berani memberikan kuliah cuma-cuma, memberikan biaya pendidikan gratis, asrama dan makan gratis. "Kami hanya dibebani membeli buku silabus. Model belajar hampir sama, di Al-Ahgaff University, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum jenjang S1 ditempuh selama 10 semester sekitar lima tahun untk mendapat gelar," kata Jihadul.(ina/tia)




Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore