
PANORAMA ALAM: Jalur pantai selatan Jawa bisa menjadi jalan alternatif untuk para pengendara saat arus mudik Lebaran tahun ini. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
JawaPos.com – Penyelesaian jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa kini menjadi fokus pemerintah. Khususnya yang melintas di selatan Jawa Timur.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Kementerian PUPR Achmad Subki mengatakan, pembangunan jalan pansela di Jatim terbagi menjadi empat seksi. Yakni, seksi 6 ruas Prigi–batas Kabupaten Tulungagung hingga ke Kretek–Brumbun sepanjang 17,78 km. Kemudian, seksi 7 batas Kabupaten Tulungagung–Serang–batas Malang sepanjang 12,85 km. Lalu, seksi 8 ruas Jarit–Puger sepanjang 23,18 km dan seksi 9 ruas Simpang Balekambang–Kedungsalam sepanjang 17,87 km.
Progres konstruksi seksi 6 hingga pekan kedua Mei 2021 mencapai 31,63 persen. ”Meskipun di kontrak paket pekerjaan tersebut dijadwalkan selesai pada April 2023, kami bekerja keras agar bisa rampung pada akhir Desember 2022," ujar Subki.
Dia menjelaskan, seksi 6 merupakan area perbukitan yang secara medan memiliki kesulitan topografi yang tinggi. Seksi 6 merupakan penghubung dua objek wisata yang cukup besar, yaitu Pantai Gemah dan Pantai Prigi. ”Tantangan untuk seksi 6 adalah topografinya. Medan bebatuannya luar biasa banyak sehingga perlu menggunakan teknologi khusus,’’ ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya menggunakan teknologi metode blasting atau peledakan. Pertimbangannya, metode lain melalui alat berat breaker yang biasa digunakan untuk memecah bebatuan akan memakan waktu cukup lama.
Tipe peledakannya menggunakan skala kecil. ”Kalau menggunakan skala yang besar, ditakutkan mengganggu ekosistem sekitar. Sesuai Perpres No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan di Provinsi Jawa Timur, material hasil peledakan (blasting) tersebut akan digunakan sebagai rest area dan agropark," jelas Subki.
Baca juga: 17 Tahun Menanti Tersambungnya Jalan Lintas Selatan Jawa Timur (1)
Sementara itu, untuk seksi 7, saat ini pekerjaan utamanya adalah tanah galian, timbunan, dan pembangunan perkerasan jalan dengan menggunakan aspal. Selain itu, terdapat pembangunan dua jembatan, yaitu Jembatan Kenongo dan Jembatan Watusewu dengan jenis rangka baja dan kombinasi girder.
Peningkatan kondisi jalan Pansela Jawa diharapkan dapat menjadi jalur wisata wilayah pesisir pantai selatan serta memperlancar konektivitas Pulau Jawa bagian selatan. Harapannya, dapat mengurangi kesenjangan dengan wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa yang potensi ekonominya lebih maju. "Kita terus promosikan jalur Pansela Jawa supaya orang tertarik lewat selatan. Tidak hanya jalannya yang bagus, tapi juga memiliki pemandangan yang indah dan terdapat banyak objek wisata,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
