
Dok. Ivan Gunawan
JawaPos.com - Sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu bertahan di era pandemi Covid-19. Salah satunya di sektor fashion seperti yang dialami desainer Ivan Gunawan. Sebagai pelaku UMKM fashion, Igun tentu banyak dibantu oleh sumber daya manusia (SDM) terampil di belakangnya.
Dalam diskusi virtual bersama JobStreet, Igun berbagi tantangan atau drama yang dihadapi UMKM di Indonesia. Ia juga berbagi kisah sukses dirinya dalam membangun label fashion.
"Pentingnya peran UMKM dalam membangun perekonomian Indonesia. Masa pandemi telah menjadi masa yang menantang bagi UMKM, di mana pemerintah turut serta turun tangan untuk membantu pemulihan UMKM. Kami juga sadar akan berbagai tantangan atau drama yang dihadapi UMKM di Indonesia," kata Country Marketing Manager, JobStreet Indonesia Sawitri Hertoto, baru-baru ini.
Berdasarkan riset internal JobStreet 74 persen UMKM tidak menggunakan platform dengan teknologi yang dibangun khusus untuk rekrutmen; 54 persen UMKM mengalami kesulitan dalam menyaring lamaran; dan 40 persen UMKM merasa kesulitan menarik kandidat tepat. Selain itu, UMKM juga kesulitan mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja untuk saat ini maupun pengembangan ke depan dan tidak memiliki staf HRD khusus untuk menangani karyawan.
"Melalui berbagai inisiatif, kami berusaha membantu membebaskan para UMKM dari drama yang mereka hadapi," katanya.
Hal senada diakui Ivan Gunawan sebagai selebriti dan pengusaha UMKM. Saat ini, ia memiliki usaha UMKM yang bergerak di bidang fashion, kecantikan dan kuliner. Seperti usaha lainnya, tentu saja ada berbagai drama yang dia hadapi dalam menjalankan bisnis UMKM.
"Wah kalau drama sih pasti ada namanya juga manusia. Terutama di masa pandemi ini, dan hal yang cukup menantang adalah mencari karyawan yang berkualitas. Saya sekarang mempekerjakan sekitar 200 karyawan di usaha-usahaku, dan memang tidak mudah untuk menemukan karyawan yang sesuai, apa lagi kalau harus pakai cara tradisional," kata Igun.
Igun memulai awal fashion dari gaun-gaun mewah yang premium dan eksklusif. Namum melihat perkembangan pasar dalam 5 tahun terakhir, follower di media sosialnya banyak perempuan berbusana muslim dan berhijab.
"Maka saya memutuskan menggunakan offline lebih efisien dan tak hanya menjual baju seharga Rp 10 juta saja yang premium, tetapi juga menyasar ke masyarakat dengan harga terjangkau dengan label hijab yang saya miliki," kata Igun.
Menurutnya, dia selalu dibantu oleh orang-orang hebat di belakangnya. Apalagi saat ini, kata dia, sekarang melamar kerja di UMKM bisa menjadi lebih praktis dan mudah dengan menggunakan platform digital.
"Sehingga kerja semakin efisien dan tentunya bebas drama ya. Saya itu memang sekolah tidak terlalu tinggi, tetapi saya dibantu oleh orang-orang hebat di belakang saya," tutup Igun.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
