Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Desember 2021 | 14.06 WIB

IA ITB Bentuk Tim Garap Metaverse dari Ibu Kota Baru Indonesia

Ketua Ikatan Alumni ITB Gembong Primadjaja (tengah). Ajat Sudrajat/Antara - Image

Ketua Ikatan Alumni ITB Gembong Primadjaja (tengah). Ajat Sudrajat/Antara

JawaPos.com–Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) akan membentuk tim yang menggarap metaverse (dunia komunitas virtual tanpa akhir yang saling berhubungan) dari Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur.

”Pada 2022, kita juga masuk ke teknologi meta atau yang sekarang dikenal metaverse. Kami akan membentuk tim dan kami akan mengusulkan, yaitu pertama ibu kota baru Indonesia,” kata Ketua Ikatan Alumni ITB Gembong Primadjajaseperti dilansir dari Antara, usai membuka Rakernas IA ITB di Sabuga Bandung, Sabtu (18/12).

Menurut Gembong, selama ini, belum ada gambaran seperti apa tentang ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur tersebut. ”Sehingga, kita akan bangun versi metanya. Dimana pelayanan-pelayanan atau aktivitas di dalamnya bisa kita visualkan dalam bentuk 3D (tiga dimensi) yang menggunakan digital aplikasi,” terang Gembong Primadjaja.

Dia menuturkan, salah satu negara yang akan membangun multiverse dari ibu kotanya adalah Korea Selatan. ”Kalau kita lihat Korea Selatan, Seoul, akan jadi metaverse. Jadi pemerintah di Seoul, Korea Selatan, juga akan mendirikan Metaverse Seoul,” papar Gembong Primadjaja.

Menurut dia, bagi generasi milenial hidup di dunia maya atau metaverse bukan hal aneh atau baru, karena banyak di antara mereka yang melakukan berbagai aktivitas sehari-hari mulai dari bisnis hingga sosial di dunia maya. ”Itu akan kita tawarkan karena di situ ada potensi bisnis, ada potensi ekonomi,” ucap Gembong Primadjaja.

Lebih lanjut, Gembong mengatakan, pada 2020 Ikatan Alumni ITB juga fokus mengedepankan teknologi, yakni teknlogi tepat guna. ”Jadi kita akan masuk ke bidang yang ahli-ahlinya banyak dari ITB,” tutur Gembong Primadjaja.

Selain itu, lanjut dia, IA ITB juga akan masuk ke ekonomi sirkular dan teknologi meta atau yang sekarang dikenal metaverse serta fokus ke isu kesehatan. IA ITB juga akan membantu sektor UMKM di Indonesia, terlebih 90 persen masyarakat Indonesia terlibat di dalam kegiatan UMKM dan 60 persen pendapatan Indonesia berasal dari sektor UMKM.

”Sehingga, kita terpanggil untuk turut serta dalam kegiatan tersebut. Jadi, akan meningkatkan kerja sama dengan Alumni ITB,” ucap Gembong Primadjaja.

Salah satu program untuk membantu UMKM dari IA ITB, kata Gembong, adalah memberikan pelatihan tentang edit value dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang ada saat ini. ”Jadi, saat ini petani atau nelayan hanya menjual produksi atau hasil tangkapannya sebagai bahan mentah. Itu akan kita tingkatkan jadi bahan baku, sehingga jadi lebih tinggi nilai jualnya,” kata Gembong Primadjaja.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore