
Kepemimpinan Lanjut (KKL I) Pemuda Katolik 2026 resmi digelar di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang, Kamis (14/5/2026). (Istimewa)
JawaPos.com - Kepemimpinan Lanjut (KKL I) Pemuda Katolik 2026 resmi digelar di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang, Kamis (14/5). Mengusung tema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan,”.
Sebanyak 107 peserta dari 20 provinsi hadir dalam KKL I yang diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, didampingi Moderator Pengurus Pusat Pemuda Katolik Romo Johannes Hariyanto, SJ dan Romo Yohanes Agus Riyanto, MSF.
KKL I ini dibuka oleh Wakil Kepala BP BUMN Aminudin Ma’ruf, Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI Yusti Erlina, Dirsosbud Mabes Polri Yohanes Agus Rijanto, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Suparman, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol. Victor T. Sihombing, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI Romo Hans Jeharut, forkopimda Provinsi Bangka Belitung, anggota DPRD, dewan pakar Pemuda Katolik.
Serta tamu undangan lainnya termasuk umat Katolik dari berbagai paroki, OMK, organisasi kepemudaan lintas agama, para seminaris Joen Boen Pangkalpinang, hingga pelajar SMA St. Yoseph dan SMK Tunas Karya Pangkalpinang.
Sorotan utama dalam homili Mgr. Sunarko adalah tentang model kepemimpinan Yesus yang membentuk para rasul bukan dengan kekuasaan, melainkan lewat proses pendampingan, pelayanan, dan keteladanan hidup.
Menurut Mgr. Sunarko, para rasul bukanlah pribadi-pribadi yang langsung sempurna. Mereka pernah mengalami ketakutan, kehilangan arah, bahkan kembali pada kehidupan lama setelah Yesus wafat di kayu salib. “Setelah Yesus wafat, para murid kocar-kacir. Petrus kembali menjadi nelayan dan diikuti murid-murid lainnya. Mereka merasa kehilangan harapan,” kata Sekretaris Jenderal KWI ini. Namun justru dari pengalaman jatuh bangun itulah Yesus membentuk para rasul menjadi pemimpin yang kuat, berani bersaksi, dan siap melayani umat.
Mgr. Sunarko menegaskan bahwa kepemimpinan Yesus tidak dibangun melalui perebutan pengaruh ataupun dominasi kekuasaan, melainkan lewat kesediaan untuk berjalan bersama dan menguatkan sesama. “Latihan kepemimpinan para rasul dimulai dari pengalaman bersama Yesus. Mereka dibentuk bukan untuk berebut kuasa, tetapi untuk melayani dan menghadirkan harapan,” ujarnya.
Pesan homili tersebut menjadi benang merah tema KKL I tahun ini. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya cakap secara organisasi, tetapi juga memiliki empati sosial, semangat kolaborasi, dan keberanian hadir di tengah persoalan masyarakat.
Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Gusma mengatakan KKL I menjadi ruang kaderisasi strategis untuk melahirkan pemimpin muda yang memiliki komitmen terhadap Gereja dan bangsa.
“Pemuda Katolik memiliki semboyan Pro Ecclesia et Patria, untuk Gereja dan bangsa. Karena itu kami siap mendukung pembangunan dan berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Gusma.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022