
ILUSTRASI. Potret ikan paus di laut lepas.
Jawapos.com - Ikan paus adalah mamalia laut terbesar di dunia. Mirip seperti manusia, paus memiliki paru-paru untuk bernapas.
Selama ini banyak orang mengetahui bahwa paus termasuk ke dalam jenis hewan purba dengan suara yang khas. Namun, tahukah Anda bahwa nenek moyang ikan paus adalah hewan darat berkaki empat yang bernama Pakicetus?
Dilansir dari laman baleinesendirect.org, Kamis (16/5), cetacea pertama yang diyakini sebagai nenek moyang paus modern adalah pakicetus. Hewan berkaki empat ini memiliki panjang 1 sampai 2 meter, mempunyai pergelangan kaki mirip rusa, dan tengkorak seperti ikan paus. Nama pakicetus berasal dari lokasi penemuan fosilnya yang berada di Pakistan dan bahasa latin “cetus” yang berarti paus.
Jan Hoole, seorang dosen biologi dari Keele University, memberi penjelasan bahwa fosil yang ditemukan di perairan Pakistan dan India memperkuat dugaan bahwa nenek moyang paus turun ke air saat ada bahaya dan naik ke darat untuk melahirkan atau makan. Melalui fosil itulah para ilmuwan dapat mengetahui kisah evolusi bertahap dari kehidupan di darat ke kehidupan di air.
Jan Hoole kembali menambahkan bahwa selama ribuan tahun lalu, tulang panggul pakicetus terlepas dari tulang belakangnya untuk memungkinkan mereka berenang lebih bebas. Selanjutnya kaki depan berubah menjadi sirip dan kaki belakang semakin menyusut lalu perlahan menghilang.
Nenek moyang paus modern, yang berasal dari wilayah sekitar India dan Pakistan kemudian bermigrasi ke daerah Amerika hingga akhirnya mencapai bentuk seperti cetacea yang kita ketahui saat ini. Penemuan kerangka paus berkaki empat di Peru tahun 2011 memberi informasi mengenai perjalanan pakicetus.
Hewan purba ini bermigrasi ke barat kurang dari 10 juta tahun setelah kemunculan paus pertama di wilayah India dan Pakistan. Seorang ahli paleontologi dari University of Michigan bernama Dr. Philip Gingerich, Amerika Serikat, meyakini bahwa keturunan cetacea pertama yang hidup di darat tertarik pada kehidupan di air untuk mencari perlindungan dari bahaya.
Ikan paus yang kita kenal sekarang beradaptasi luar biasa baik dengan kehidupan di air. Jutaan tahun yang mereka lalui di laut mendorong transformasi untuk memudahkan kehidupan mereka di lingkungan baru. Mereka masih memiliki paru-paru, bernapas menggunakan udara, mengandung, melahirkan, dan menyusui.
Perjalanan evolusi paus dari mamalia darat menjadi penguasa laut merupakan kisah yang menakjubkan. Sesungguhnya masih banyak misteri yang belum terjawab dan penelitian pun terus berlangsung. Kisah evolusi paus ini bisa menjadi pengingat akan keajaiban alam dan kekuatan adaptasi makhluk hidup.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
