Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Februari 2024 | 21.37 WIB

Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap Tulisan Arab Latin dan Terjemah

Ilustrasi. Umat muslim berdoa dan membaca Ayat Kursi. - Image

Ilustrasi. Umat muslim berdoa dan membaca Ayat Kursi.

JawaPos.com - Di dalam Islam ada waktu-waktu tertentu yang dianggap spesial oleh umat Islam. Salah satunya adalah Syaban yang datang antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan.

Dianggap spesial karena bulan Syaban menjadi sebuah kesempatan yang besar bagi umat Islam untuk bisa mendapatkan ampunan yang seluas-luasnya serta dibukakannya pintu rahmat oleh Allah SWT.

Nisfu dapat diartikan sebagai pertengahan, sementara Syaban yaitu bulan Syaban. Sehingga Nisfu Syaban dipahami sebagai pertengahan bulan Syaban atau separuh bulan Syaban. Maka tanggal 15 Syaban 1445 H akan jatuh pada Ahad, 25 Februari 2024.

Sehingga malam Nisfu Syaban 2024 terhitung sejak Sabtu, 24 Februari 2024 setelah Matahari tenggelam (waktu maghrib). Hal ini karena perhitungan kalender Islam Hijriah dihitung berdasarkan perhitungan Bulan bukan Matahari. Sehingga pergantian hari terjadi ketika masuk waktu Magrib.

Selama bulan Syaban umat Islam berlomba-lomba untuk melakukan berbagai amalan yang diperintahkan Allah SWT. Bahkan ada sebuah permintaan khusus yang dipanjatkan oleh umat Islam lewat doa malam nisfu syaban.

Umat Islam memanfaatkan malam nisfu syaban sebagai persiapan untuk berlatih menyambut datangnya bulan Ramadhan. Sehingga, momennya tepat sekali untuk memperbanyak beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW ini merupakan salah satu bulan yang di dalamnya terdapat sebuah malam mulia Allah SWT akan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan hamba-Nya. Malam yang di dalamnya Allah memberi ampunan bagi setiap hamba yang meminta ampun. Itulah malam nisfu Sya'ban (separuh bulan Sya'ban). Dikutip dari website jatim.nu.or.id memaparkan bahwa Imam Muhammad bin Idris as-Syafi'i berkata dalam kitab Al-Umm juz 1 halaman 231:

وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ إنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْ خَمْسِ لَيَالٍ فِيْ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya: Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan dalam lima malam, yaitu : malam Jumat, malam Idul Adlha, malam Idul Fitri, malam pertama Bulan Rajab dan malam Nisfu Sya’ban.

Hal itu juga dikuatkan oleh ucapan seorang tabiin ternama yaitu Atha' bin Yasar yang disebutkan oleh Imam ash-Shofuri dalam kitab karyanya Nuzhatul Majalis juz 1 halaman 165 :

Dilansir dari muslimkita.com untuk bacaan niat puasa Nisfu Syaban yang dapat dibaca di siang hari sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: "Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ"
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban hari ini karena Allah SWT."

Niat Puasa Qadha Ramadhan
"Nawaitu shauma ghadin an qadha'i fardhi syahri ramadhani lillahi ta'ala"

Dikutip dari muslim.or.id memaparkan ada beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah dan para as-salafus-shalih pada bulan ini. Amalan-amalan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Memperbanyak puasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak puasa pada bulan ini tidak seperti beliau berpuasa pada bulan-bulan yang lain.

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ, فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim 1156/2721)

2. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an mulai diperbanyak dari awal bulan Sya’ban , sehingga ketika menghadapi bulan Ramadhan, seorang muslim akan bisa menambah lebih banyak lagi bacaan Al-Qur’an-nya. Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata:

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore