Aneka warna dan motif sajadah yang ditawarkan di Thamrin City, Jakarta.
JawaPos.com–Salat menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam. Tak sekadar mengerjakan, ada beberapa rukun dan syarat sah salat yang wajib dipenuhi.
Tak sedikit yang berpendapat bahwa salat dengan mengenakan alas atau sajadah yang tebal dan empuk membuat ibadah yang kita kerjakan menjadi tidak sah.
Mengenai hal tersebut, Rais Suriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Nurul Yaqin meluruskan anggapan tersebut. Menurut dia, pernyataan tersebut tidak benar sama sekali.
”Gak boleh salat dengan sajadah tebal sebetulnya gak juga. Tidak ada larangan dalam fikih mengenai hal itu,” ujar KH Nurul Yaqin
”Namun, Nabi Muhammad SAW mengatakan kalau engkau sujud, tempelkan dengan sempurna sehingga terasa ada penempelan antara kening dengan tempat sujud,” tambah dia.
Sementara itu, hukum menggunakan sajadah tebal ketika salat, dijelaskan ustad Adi Hidayat. Demi kenyamanan salat, banyak yang memilih untuk memakai sajadah tebal agar tak sakit bagian kaki dan kepalanya terutama ketika sujud. Biasanya, hal ini diminati banyak lansia karena lebih empuk dan bisa meminimalisir rasa sakit terutama di bagian lutut karena tak langsung menyentuh permukaan keras seperti lantai.
Sajadah adalah sejenis alas atau tikar yang digunakan umat muslim saat melaksanakan salat. Sajadah umumnya terbuat dari bahan yang lembut, seperti wol, kain, atau bahan serupa. Sajadah biasanya digunakan sebagai penanda atau tempat untuk melakukan salat.
Saat seorang muslim berdiri di dalam masjid atau di rumah, meletakkan sajadah di lantai sebagai tanda bahwa itu adalah tempat untuk salat.
Fungsi sajadah adalah untuk memberikan kenyamanan saat melakukan sujud, posisi di mana umat muslim meletakkan dahi di lantai sebagai tanda rasa tunduk dan penyembahan kepada Allah. Ada sebagian orang mengenai sajadah yang tebal, bahkan menambah kain yang lembur agar terasa empuk, sehingga akan merasa nyaman saat sujud.
Ada baiknya umat Islam mengetahui, apa hukumnya menggunakan sajadah yang tebal dan terlampau empuk. Ustad Adi Hidayat menjelaskan hukum menggunakan sajadah yang terlalu tebal.
”Awas kita ingatkan, Nabi melarang kita sujud di tempat yang terlampau empuk seperti bantal,” ucap ustad Adi Hidayat.
Ustad Adi Hidayat juga mengatakan, percuma membeli sajadah yang mewah dan tebal, tapi tidak bisa digunakan sujud.
”Ada sajadah sekarang kelihatan mewah, tapi sebetulnya tidak bisa digunakan untuk sujud,” ucap ustad Adi Hidayat.
”Karena akan menghambat menempelnya kening dengan sempurna. Kalau engkau sujud tempelkan dengan sempurna sehingga terasa, ada penempelan kening dengan tempat sujud,” tambah dia.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
