Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 September 2017 | 20.17 WIB

Kasus Meninggalnya Debora, Kak Seto: Bayi Bukan Miniatur Orang Dewasa

Bayi Debora semasa hidupnya. - Image

Bayi Debora semasa hidupnya.

JawaPos.com - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyatakan prihatin atas peristiwa meninggalnya bayi Debora karena diduga terlambat mendapatkan penanganan medis. Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi menilai dari sisi medis, bayi memang membutuhkan penanganan ekstra.


"Bayi bukan miniatur orang dewasa. Menginsafi posisi anak-anak yang sedemikian istimewa, termasuk problem kesehatan mereka. Pemerintah perlu meningkatkan kesiapan-kesiapan rumah sakit dalam melayani pasien kanak-kanak," kata Seto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/9).


Seto mengatakan, belajar dari kejadian Debora, sarana berupa pediatric intensive care unit (PICU), misalnya, menjadi sesuatu yang sangat krusial. LPAI memahami bahwa pengadaan PICU bukan hal ringan.


Menurut dia, PICU membutuhkan SDM yang mumpuni, termasuk tersedianya dokter-dokter anak dengan spesifikasi perinatologi dan intensive care.


"Betapa pun tak mudah, demi kesehatan anak-anak Indonesia, pemerintah didukung dunia usaha tetap harus mengagendakan pengadaan sarana tersebut," pintanya.


Seto menambahkan bahwa penting dicermati bagaimana sesungguhnya kondisi Debora saat dibawa ke rumah sakit. Apabila kondisinya sudah terlanjur parah, patut dievaluasi bagaimana layanan-layanan kesehatan lainnya telah secara maksimal diterima Debora sebelum datang ke rumah sakit.


"Ini menjadi bahan evaluasi tentang seberapa jauh sentra-sentra kesehatan terdekat. Semisal puskesmas, berada dalam jarak jangkauan masyarakat dan seberapa positif sikap masyarakat atas sentra-sentra terdepan dalam pemeriksaan kesehatan publik tersebut," paparnya.


Tak hanya itu, pasien selayaknya perlu mendapatkan penanganan maksimal yang tak bisa ditawar-tawar. Sementara rumah sakit juga memerlukan penguatan agar bisa terus menangani pasien-pasien lainnya.


"Apalagi, sebagaimana kritik banyak pengamat, sistem BPJS itu sendiri bisa membuat rumah sakit menghadapi persoalan finansial serius. Rumah sakit yang terbelit ekses BPJS pada gilirannya tidak akan mampu memberikan layanan optimal kepada masyarakat," pungkasnya. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore