
Ilustrasi
JawaPos.com - Perlintasan kereta api yang memotong jalan adalah salah satu tempat yang paling rawan terjadi kecelakaan. Untuk di kawasan hukum Polda Metro Jaya saja, setiap tahunnya didapati korban meninggal akibat terlibat kecelakaan.
Menyikapi hal itu, pemerintah mulai membangun sejumlah flyover di perlintasan kereta. Sehingga pengguna jalan tak akan lagi berhadapan dengan palang pintu, karena bisa leluasa melewati flyover.
Senior Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta Suprapto mengatakan, memang sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2017 tentang perkeretaapian, bahwa perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya, harusnya dibuat tidak sebidang. “Karenanya harus dibuat flyover dan underpass,” kata dia kepada JawaPos.com, Minggu (9/4).
Menurutnya, bila di semua perlintasan yang ada diberikan underpass dan flyover, hal itu akan sangat menekan angka kecelakaan dan memperlancar lalu lintas. “Bisa menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api sampai 100 persen,” tegasnya.
Dia lantas memerinci bahwa di wilayah PT KAI Daop 1 Jakarta dengan batas wilayah dari Cikampek, Tanjung Priok, Merak dan Sukabumi terdapat ada 106 stasiun. "Di wilayah kita terdapat 529 titik perpotongan atau perlintasan,” bebernya.
Lanjut dia menerangkan, sebanyak 144 perpotongan itu dijaga PT KAI, lalu 36 dijaga oleh pihak ketiga atau pemerintah daerah, 128 perlintasan resmi tidak terjaga, 166 perlintasan liar. “Untuk yang ada flyover 44 dan underpass 11,” sambungnya.
Dikonfirmasi terpisah pihak Polda Metro Jaya menerangkan bahwa banyaknya angka kecelakaan di perlintasan karena memang banyak faktornya. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto berkata bahwa kesadaran pengendara akan keselamatan masih sangatlah rendah.
“Terkadang sudah diingatkan, tapi masih saja ada yang menerobos,” ucap dia ketika dihubungi. Meski begitu, menurut dia palang pintu di perlintasan kereta juga sudah ada beberapa yang tidak layak.
Dalam tiga tahun terakhir menurut Budi, korban meninggal dunia akibat kecelakaan di perlintasan tidaklah sedikit. Untuk 2014, dari 19 kejadian, total ada 6 yang meninggal dunia, lalu luka berat 11 orang, luka ringan 38. Lalu ada 23 kendaraan yang tertabrak dan kerugian Rp 99.200.000.
Kemudian di tahun 2015 ada 38 kejadian dengan total yang meninggal dunia sebanyak 18 orang, luka berat 10, luka ringan 16. Kendaraan yang terlibat ada 40 dengan kerugian Rp 212.610.000.
“Terakhir di 2016 ada 20 kejadian dengan korban meninggal dunia ada 9 orang, luka berat 5 orang, dan luka ringan 6 orang. Kendaraan terlibat ada 22 unit dan kerugian Rp 49.450.000,” terangnya.
Sependapat dengan Suprapto, dia juga optimis bila di semua perlintasan dibangunkan flyover dan underpass, maka angka kecelakaan bisa ditekan lebih jauh. (elf/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
