
Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Azis selaku ketua panitia Anugerah menyerahkan penghargaan Karya Jurnalistik Kemanusiaan untuk wartawan Riki Chandra, wartawan JawaPos.com yang diwakili oleh Kepala Liputan JawaPos.com Ilham Safutra.
JawaPos.com - Tugas jurnalis tidak sekadar menyampaikan kabar dari peliputannya. Tidak sedikit liputan-liputan mereka menumbuhkan rasa kemanusiaan masyarakat. Terutama ketika mengabarkan soal bencana atau ditemukannya orang-orang yang membutuhkan bantuan. Atas hasil peliputan itu pun para dermawan pun mengulurkan tangannya.
Peran kemanusiaan itu membuat Riki Chandra, jurnalis JawaPos.com, mendapat Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penyerahaan penghargaan itu berlangsung di Gedung Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (6/12).
Penerimaan anugerah diwakili oleh Kepala Liputan JawaPos.com Ilham Safutra. Penghargaan untuk Riki Chandra itu untuk kategori karya perorangan media online. Dia meraih juara tiga.
Selain untuk media online, ACT juga memberikan anugerah untuk kategori media cetak dan televisi. Baik untuk perorangan maupun kelembagaan media. Dalam acara penyerahan Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan ini, ACT mengusung tema The Rise of Islamic Philanthropy.
Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Azis mengatakan, Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan kali ini diberikan kepada segenap jurnalis, baik lokal maupun nasional, yang turut memublikasikan aksi-aksi kemanusiaan ACT. Terutama, pemberitaan mengenai aksi Global Qurban-ACT periode Agustus-September 2018 lalu.
"ACT sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada insan jurnalis karena telah turut serta menyebarkan kabar kemanusiaan yang seharusnya memang menjadi fokus utama masyarakat. Sehingga, setiap aksi yang kita lakukan menjadi inspirasi banyak orang dan maslahat pun tersebar luas,” ujar Lukman selaku Ketua Panitia Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan 2018.
Presiden ACT Ahyudin menambahkan, tema The Rise of Islamic Philanthropy diangkat untuk 2019 karena filantropi sebenarnya menjadi bagian ibadah maliyah ijtimaiyyah. Ibadah dalam bidang harta yang memiliki posisi sosial paling penting dan menentukan.
“Sehingga umat seyogyanya menjadikan filantropi sebagai kebutuhan dan gaya hidup. Sebab kekuatan dan kelemahan iman seseorang salah satunya ditentukan oleh sikap kedermawanan dan kepedulian sosialnya. Potensi itu dapat terwujud dalam bentuk zakat, infaq, sedekah, wakaf, dan derma-derma lain,” kata Ahyudin.
Adapun pada 2019 ACT kembali menggelar penghargaan jurnalistik kemanusiaan. Lomba akan dimulai pada 6 Desember 2018 hingga 6 Juni 2019 mendatang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
