Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Desember 2018 | 03.28 WIB

Wartawan JawaPos.com Raih Anugerah Jurnalistik Kemanusiaan

Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Azis selaku ketua panitia Anugerah menyerahkan penghargaan Karya Jurnalistik Kemanusiaan untuk wartawan Riki Chandra, wartawan JawaPos.com yang diwakili oleh Kepala Liputan JawaPos.com Ilham Safutra. - Image

Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Azis selaku ketua panitia Anugerah menyerahkan penghargaan Karya Jurnalistik Kemanusiaan untuk wartawan Riki Chandra, wartawan JawaPos.com yang diwakili oleh Kepala Liputan JawaPos.com Ilham Safutra.

JawaPos.com - Tugas jurnalis tidak sekadar menyampaikan kabar dari peliputannya. Tidak sedikit liputan-liputan mereka menumbuhkan rasa kemanusiaan masyarakat. Terutama ketika mengabarkan soal bencana atau ditemukannya orang-orang yang membutuhkan bantuan. Atas hasil peliputan itu pun para dermawan pun mengulurkan tangannya.


Peran kemanusiaan itu membuat Riki Chandra, jurnalis JawaPos.com, mendapat Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penyerahaan penghargaan itu berlangsung di Gedung Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (6/12).


Penerimaan anugerah diwakili oleh Kepala Liputan JawaPos.com Ilham Safutra. Penghargaan untuk Riki Chandra itu untuk kategori karya perorangan media online. Dia meraih juara tiga.


Selain untuk media online, ACT juga memberikan anugerah untuk kategori media cetak dan televisi. Baik untuk perorangan maupun kelembagaan media. Dalam acara penyerahan Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan ini, ACT mengusung tema The Rise of Islamic Philanthropy.


Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Azis mengatakan, Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan kali ini diberikan kepada segenap jurnalis, baik lokal maupun nasional, yang turut memublikasikan aksi-aksi kemanusiaan ACT. Terutama, pemberitaan mengenai aksi Global Qurban-ACT periode Agustus-September 2018 lalu.


"ACT sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada insan jurnalis karena telah turut serta menyebarkan kabar kemanusiaan yang seharusnya memang menjadi fokus utama masyarakat. Sehingga, setiap aksi yang kita lakukan menjadi inspirasi banyak orang dan maslahat pun tersebar luas,” ujar Lukman selaku Ketua Panitia Anugerah Karya Jurnalistik Kemanusiaan 2018.


Presiden ACT Ahyudin menambahkan, tema The Rise of Islamic Philanthropy diangkat untuk 2019 karena filantropi sebenarnya menjadi bagian ibadah maliyah ijtimaiyyah. Ibadah dalam bidang harta yang memiliki posisi sosial paling penting dan menentukan.


“Sehingga umat seyogyanya menjadikan filantropi sebagai kebutuhan dan gaya hidup. Sebab kekuatan dan kelemahan iman seseorang salah satunya ditentukan oleh sikap kedermawanan dan kepedulian sosialnya. Potensi itu dapat terwujud dalam bentuk zakat, infaq, sedekah, wakaf, dan derma-derma lain,” kata Ahyudin.


Adapun pada 2019 ACT kembali menggelar penghargaan jurnalistik kemanusiaan. Lomba akan dimulai pada 6 Desember 2018 hingga 6 Juni 2019 mendatang.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore