
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat menghadiri wisuda Universitas Indonesia (UI), di Kampus UI Depok, pada Sabtu (13/9). (Humas Kementerian Kebudayaan)
JawaPos.com – Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter budaya yang kuat. Pesan itu disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat menghadiri wisuda Universitas Indonesia (UI), di Kampus UI Depok, pada Sabtu (13/9).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu memiliki karakter budaya yang kuat untuk menjawab tantangan era disrupsi digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, ada tujuh karakter budaya yang perlu dimiliki lulusan perguruan tinggi.
Diantaranya berpikir kritis dan reflektif; adaptif terhadap perubahan teknologi; berakar pada nilai kearifan lokal; berjiwa kolaboratif dan inklusif; memiliki kesadaran ekologis dan sosial; beridentitas nasional di tengah dunia global; serta kreatif dan inovatif berbasis budaya. "Karakter yang terintegrasi dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap akan menjadi modal penting bagi para lulusan. Karakter itu ditentukan oleh budaya yang dimiliki," ujar Menbud Fadli Zon.
Lebih lanjut, dia meyakini bahwa pendidikan tidak hanya sebatas transfer pengetahuan tetapi juga proses pembentukan karakter berbasis budaya. Karakter budaya inilah yang dinilai penting olehnya agar lulusan mampu bersaing dalam dunia kerja sekaligus menjaga jati diri bangsa.
"Wisuda merupakan sebuah perayaan akademik sekaligus peringatan cita-cita besar para pendiri bangsa bahwa pendidikan adalah jalan melahirkan generasi penerus yang unggul, berbudaya, dan berbakti pada Tanah Air," paparnya.
Karenanya, dalam pidatonya, ia berharap generasi muda dapat berperan dalam pemajuan kebudayaan. Indonesia yang memiliki kekayaan budaya luar biasa, bahkan disebut sebagai megadiversity, harus dikembangkan dan dilestarikan.
"Tantangan kita adalah bagaimana budaya ini bisa mendunia sebagaimana fenomena budaya Korea yang digandrungi generasi muda. Karena itu, pengembangan dan pemanfaatan budaya perlu bersentuhan dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan," jelasnya.
Sejumlah strategi pengemasan budaya dengan sentuhan teknologi diakuinya telah dilakukan saat ini. Mulai dari digitalisasi warisan budaya, pengembangan produk kreatif berbasis budaya, pemanfaatan media sosial, penggunaan augmented reality dan virtual reality, integrasi kecerdasan buatan, hingga kolaborasi antara komunitas budaya, seniman, dan pelaku teknologi.
Rektor UI Heri Hermansyah, dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia turut menyampaikan bahwa UI terus mampu mempertahankan posisinya sebagai universitas terbaik Indonesia.
"Saat ini, pertama kali dalam sejarah ada Universitas di Indonesia yang masuk ke jajaran top 200 dunia. UI berada di peringkat global ke-189," ungkapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
