
Berdasar hasil riset DailySocial.id, Facebook dan WhatsApp menjadi saluran
JawaPos.com - Tak dapat dipungkiri, era media sosial seperti saat ini, hoax atau berita bohong menjadi semakin memprihatinkan. Perilaku penyebarannya juga menjadi sesuatu yang sangat serius karena semakin mudahnya akses masyarakat terhadap media sosial.
Berdasarkan riset DailySocial.id, saluran terbanyak penyebar hoax dijumpai di media sosial Facebook dengan persentase 82,25 persen, WhatsApp 56,55 persen, dan Instagram 29,48 persen.
Angka tersebut berasal dari respons 2.032 pengguna smartphone di berbagai penjuru Indonesia. Mereka ditanya tentang sebaran hoax dan apa yang mereka lakukan saat menerima hoax.
“Hoax adalah suatu permasalahan yang dihadapi masyarakat, media, dan pemerintah saat ini. Untuk menanggulangi hoax, salah satu cara yang dilakukan adalah memahami terlebih dahulu bagaimana persebaran hoax, khususnya melalui platform sosial yang kita banyak gunakan saat ini,” ujar Chief Editorial dan Research DailySocial.id Amir Karimuddin melalui keterangan yang diterima JawaPos.com, Jumat (14/9).
Dari riset yang dilakukannya, dia mengungkap hampir separuh masyarakat belum bisa membedakan berita hoax. Mereka tidak bisa mendeteksi kebenaran berita, hingga tak jarang tertipu.
Sebagian besar dari mereka membaca seluruh informasi, namun hanya beberapa yang selalu memverifikasi keakuratannya.
“Banyak responden, 44,19 persen, tidak yakin memiliki kepiawaian dalam mendeteksi berita hoax. Mayoritas responden, 51,03 persen, memilih untuk berdiam diri dan tidak percaya dengan informasi ketika menemui hoax,” terangnya.
Menurut dia, banyak orang tidak dapat mencerna informasi dengan sepenuhnya dan benar, tetapi memiliki keinginan kuat untuk segera membagikannya dengan orang lain. Sayangnya, beberapa informasi dapat membawa banyak interpretasi dan sudut pandang.
“Riset ini mencoba mendalami bagaimana distribusi hoax di platform digital dan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap hoax. Diharapkan hasil yang diperoleh bisa menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dan pihak-pihak terkait untuk membantu menanggulangi atau setidaknya meminimalisir dampak informasi hoax di Indonesia,” papar Amir.
Meski demikian, berbagai pihak mencoba secara terus-menerus menanggulangi sebaran hoax. “Pemerintah misalnya meregulasi melalui UU ITE. Sementara pengembang platform berusaha menyediakan fitur pelaporan berita dan penyaringan,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
