Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 April 2018 | 03.23 WIB

Hampir Punah, Seekor Hiu Paus Bernama “Susi” Dipasangi Tag Satelit

Ilustrasi Hiu Paus - Image

Ilustrasi Hiu Paus

Jawapos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Conservation International (CI) Indonesia, Pemda Kabupaten Kaimana, Papua Barat dan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) memasang tag satelit finmount untuk seekor hiu paus betina.


Tag satelit tersebut dipasangkan kepada hiu paus betina berukuran 6,2 meter. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan survei untuk mempelajari pola migrasi hiu paus – spesies misterius dan terancam punah – secara lebih baik, guna meningkatkan perlindungan dan pengelolaanya di Indonesia.


Seperti juga dijumpai di tempat-tempat lain di dunia, kebanyakan agregasi hiu paus di Indonesia didominasi oleh hiu paus jantan muda, di mana rasio hewan jantan dan betina mencapai 40:1.


Hingga kini, penjelasan ilmiah tentang fenomena tersebut masih minim, namun para peneliti berasumsi bahwa hiu paus betina lebih banyak menghabiskan waktunya di kedalaman perairan dibanding hiu paus jantan dan jarang dijumpai muncul ke permukaan.


Hiu betina yang sehat dan berpola totol dan lurik yang menarik tersebut langsung dinamai “Susi” sebagai apresiasi terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan, atas visi dan komitmen beliau dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan dikelola dengan baik di Indonesia.


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merespon positif terhadap penamaan hiu paus tersebut. Susi menggarisbawahi pentingnya tagging untuk memberikan data ilmiah guna mempelajari pergerakan dan ekologi dari hiu paus dengan lebih baik, karena selama ini informasinya masih minim di Indonesia.


“Ini akan mendukung upaya-upaya perlindungan populasi hiu paus di Indonesia, serta menjadi masukan terhadap peraturan perundangan dalam rangka meningkatkan perlindungan dan pengelolaan spesies, serta pengembangan pariwisata berbasis hiu paus di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/4).


Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi menambahkan pentingnya perlindungan hiu paus bagi Indonesia, mengingat spesies ambassador ini rentan mengalami ancaman kepunahan dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, khususnya bagi pariwisata dan kesehatan ekosistem laut.


Pengelolaan Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Indonesia yang ekspansif dapat memastikan terjaganya habitat yang sehat bagi hiu paus yang nantinya akan berkontribusi bagi manfaat ekonomi yang diberikan oleh Kawasan Konservasi melalui promosi pariwisata berbasis hiu paus.


“Kita sudah bisa melihat di Maladewa di mana industri pariwisata berbasis hiu paus bernilai USD 9,5 juta per tahun, atau sebanding dengan Rp130 miliar," ujar Brahmantya.


Indonesia sebagai negara yang lebih besar, katanya, diperkirakan memiliki populasi hiu paus yang juga lebih besar. Maka, potensi ekonomi dari pariwisata hiu paus (serta spesies hiu dan pari lainnya) jauh lebih besar.


"Kita harus bekerja sama untuk melaksanakan mandat KEPMEN-KP Nomor 18 Tahun 2013 tentang penetapan status perlindungan penuh terhadap hiu paus di seluruh perairan Indonesia," ujar Brahmantya.


Sejak tahun 2015, KKP telah bekerja sama dengan CI Indonesia untuk memasangkan tag satelit SPLASH finmount guna memonitor dan mempelajari lebih jauh pergerakan dan perilaku hiu paus.


Sejumlah hiu paus telah memberikan data pergerakan selama dua tahun, menunjukkan sebagian besar hiu-hiu ini melakukan perjalanan ribuan kilometer dan mengunjungi beberapa negara tetangga, di antaranya Australia, Filipina, Papua Nugini, Palau, dan Negara Federasi Mikronesia dan kebanyakan dari mereka kembali lagi ke Indonesia.


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore