Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Juni 2017 | 20.25 WIB

Kenangan Indah Mantan Pegawai Sevel: Di Sini Saya Dapat Istri

Gerai 7-Eleven di Cikini, Jakarta Pusat yang ikut tutup - Image

Gerai 7-Eleven di Cikini, Jakarta Pusat yang ikut tutup

JawaPos.com - Tutupnya gerai convenience store 7-Eleven secara nasional per hari ini, Jumat (30/6) sangat meninggalkan duka bagi mantan pegawainya. Betapa tidak retail ini dulu sempat jadi primadona anak muda dan kini tutup begitu saja dengan penuh tragis.


Dulu di masa kejayaannya, Sevel menjadi salah tujuan berkumpulnya masyarakat. Baik hanya sekadar nongkrong, meeting kecil, ataupun juga lepas kangen. Bahkan bagi kaum mahasiswa Sevel jadi salah satu altenatif untuk mengerjakan tugas kuliah.


Pasalnya Sevel selain menyediakan semua makanan dan minuman cepat saji yang segar juga dilengkapi dengan beragam fasilitas. Mulai dari jaringan internet gratis alias wifi, tempat parkir luas, nongkrong tidak dibatasi waktunya.


Bahkan tak jarang pihak gerai menyediakan beragam promosi dan menggelar nonton bareng setiap event pertandingan sepak bola. Maka tak heran anak muda untuk berlama-lama ada di Sevel. Namun kini tempat nongkrong anak muda yang ciamik itu hanya tinggal kenangan saja.


Ardi, salah seorang mantan pegawai Sevel mengaku sedih karena bekas tempatnya bekerja telah tutup. Selama dua tahun bekerja, tepatnya dari 2014 sampai 2016 banyak kenangan yang membekas baginya.


"Kenangan sampai begadang kerja, terus lebaran pun masuk kerja, kerja yang kekeluargaan teman-teman asyik, kalau di luar juga masih nongkrong bareng," ujar Ardi kepada JawaPos.com, Kamis (30/6).


Bahkan di tempat kerja ini lah Ardi menemukan jantung hatinya, alias istri. Semula dia di sini terlibat cinta lokasi (cinlok) dengan kekasih yang sudah dijadi istrinya. "Di sini kenal Maya yang kini jadi istri saya," ungkapnya.


"Memang sedih sih sebenarnya karena harus tutup juga, tapi memang mungkin sudah masannya karena kalah bersaing dengan tempat nongkrong baru," kata mantan pegawai Sevel di kawasan Fatmawati ini.


Pria yang tinggal di kawasan Ciledug ini menambahkan, di 2016 Sevel sudah kelihatan sepi peminat. Jarang sudah anak muda nongkrong tidak seperti tahun keemasannya di 2009 silam.


Ardi menduga, sepinya peminat untuk nongkrong di Sevel ini lantaran pemerintah melarang berjualan alkohol. Padahal apabila orang membeli minumal alkohol pasti banyak jajanan yang dibeli. Apalagi orang yang nongkong itu banyak. Tidak mungkin hanya membeli satu botol alkohol saja. "Kalau orang yang jajan alhokol banyak yang dibeli misalnya kacang, dan makanan ringan lainnya," pungkasnya.


Diketahui, 7-Eleven merupakan gerai franchise yang dikelola oleh PT Modern Putra Indonesia, anak perusahaan PT Modern International. Selama ini PT Modern International dikenal sebagai distributor Fujifilm di Indonesia.


Hingga tahun 2017, 7-Eleven pernah membuka cabang sebanyak 30 gerai di Jakarta saja. Pemerintah Indonesia terus mengawasi retail ini agar tidak berubah menjadi minimarket, karena menurut undang-undang, kepemilikan waralaba minimarket harus dari pihak lokal.


Kini gerai 7-Eleven di Indonesia terpaksa tutup akibat batalnya diakuisisi oleh PT Charoen Pokphand Restu Indonesia.‎ (cr2/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore