Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Maret 2017 | 21.18 WIB

PKB Gandeng Mama Aleta Perjuangkan Nasib Petani Kendeng

Aksi cor kaki petani Kendeng, Jawa Tengah sebagia bentuk penolakan terhadap pembanguan pabrik Semen Indonesia. - Image

Aksi cor kaki petani Kendeng, Jawa Tengah sebagia bentuk penolakan terhadap pembanguan pabrik Semen Indonesia.

JawaPos.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal memerjuangkan nasib petani Kendeng yang menolak pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Pasalnya, di lokasi pembangunan itu  merupakan sumber air untuk kehidupan lima kabupaten.


"Fraksi PKB melalui komisi VII sudah menetapkan hati untuk berada di belakang petani Kendeng membela perjuangan yang prokehidupan," tegas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Daniel Johan, Selasa (21/3).


Dia menuturkan, selain sumber air bagi lima kabupaten, Pegunungan Kendeng juga menjadi bahan baku pertanian atau sumber pangan nasional. Pabrik semen menurutnya memang sangat penting, tapi dia berharap agar pembangunannya harus di wilayah yang tepat dan tidak menghancurkan sumber air dan kehidupan bagi masyarakat setempat. "Memangnya kita ingin merampas dan menghancurkan sumber kehidupan tersebut?" ujar Daniel Johan.


Dia menegaskan, bahwa keseriusan Fraksi PKB selaras dengan perhatian ketua umumnya, Muhaimin Iskandar yang bakal membantu memerjuangkan nasib petani Kendeng ke Istana negara.


"Cak Imin akan berkomunikasi dengan presiden agar keputusan yang diambil secara hati-hati sehingga tidak merusak sumber air kehidupan," tutur Daniel.


Selain memberikan pendampingan, PKB pun mengajak Aleta Baun atau yang dikenal Mama Aleta untuk bersama-sama memerjuangkan nasib petani Kendeng itu.


Adapun Mama Aleta adalah seorang ibu rumah tangga berhasil memeroleh penghargaan Goldman Environmental Prize pada April 2013 di San Fransisco, Amerika Serikat, atas usahanya yang luar biasa dalam konservasi lingkungan di Gunung Mutis, Molo, Nusa Tenggara Timur (NTT).


"Nanti PKB akan mengajak Mama Aleta mendampingi para petani. Kita bisa belajar dari Mama Aleta di NTT yang berjuang menyelamatkan Gunung Nausus, Molo yang ingin ditambang dengan menghancurkan sumber air di sana," pungkas Daniel. (dna/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore