
Ilustrasi
JawaPos.com - Bus parwisata Subur Jaya yang membawa rombongan study tour SMK Panca Karya Sentul, Bogor mengalami kecelakaan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Akibatnya tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), JA Barata berjanji akan melakukan pengecekan penyebab kecelakaan. Pengecekan untuk mengetahui apakah benar karena rem blong atau ada penyebab lainnya. Karena sampai saat ini laporan rem blong masih bersifat dugaan dari pihak kepolisian.
"Kemenhub teliti karena rem blong harus dibuktikan secara teknis. Kadang rem blong hanya dugaan karena dilihat kondisi fisik saja," ujar Barata kepada JawaPos.com, Rabu (17/5).
Kemenhub tutur Barata juga selalu memberikan sosialisasi terhadap pemilik angkutan umum dan bus pariwisata, selalu menjalankan uji berkala kendaraan (uji KIR) setiap 6 bulan sekali.
Hal itu dilakukan untuk menghindari resiko terjadinya kecelakaan. Namun pihak pemilik angkutan umum jangan lalai karena sudah melakukan uji KIR lantas tidak melakukan pengecekan rutin. Karena tutur dia, kendaraan adalah benda yang bergerak yang segala sesuatunya bisa saja habis seperti rem atau yang lainnya.
"Jadi memang terus harus dikontrol kondisi kendaraan," katanya.
Namun apabila pengecekan tersebut sudah rutin dilakukan Kemenhub mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena setiap orang tidak menginginkan adanya kecelakaan apalagi hingga memakan korban jiwa.
Barata menambahkan, saat ini Kemenhub rutin melakukan sidak. Hal ini dilakukan karena tidak ingin adanya kecelakaan bus yang beberapa waktu lalu terjadi di Jalur Puncak, Bogor terulang lagi.
Sidak itu dilakukan mendatangi pul bus pariwisata ataupun di tempat pariwisata. Karena jangan sampai masih ada bus pariwisata yang tidak terdaftar di Kemenhub alias bodong.
Salah satu contohnya, adalah sidak di kawasan Puncak yang beberapa waktu lalu dilakukan Kemenhub. Hasilnya banyak bus dengan pelat merah yang dijadikan bus pariwisata terjaring razia.
"Jadi sidak memang sudah berjalan dan dilakukan Kemenhub," ujarnya.
Namun kendati demikian, Barata mengaku belum semua kawasan atau di setiap daerah di Indonesia dilakukan sidak. Pasalnya keterbatasan pegawai masih jadi persolan yang belum bisa teratasi.
"Kemenhub memang memiliki terbatas orang, jadi sidak di titik tertentu saja," pungkasnya.
Sekadar informasi, kecelakana bus rombongan study tour SMK Panca Karya Sentul, Bogor di Magelang diduga disebabkan karena rem blong. Akibatnya tiga nyawa harus melayang akbiat kecelakan itu.
Bus itu diketahui hendak menuju ke tempat wisata Candi Borobudur dan Yogyakarta. Saat di jalanan menurun rem bus diduga tidak berfungsi dengan baik, sehingga menabrak dua mobil dan mushala.(cr2/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
