Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Mei 2017 | 14.27 WIB

Kecelakaan ‎Bus Pariwisata Kembali Makan Korban, Ini Janji Kemenhub

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Bus parwisata Subur Jaya yang membawa  rombongan study tour SMK Panca Karya Sentul, Bogor mengalami kecelakaan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Akibatnya tiga orang dinyatakan meninggal dunia.


Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), JA Barata‎ berjanji akan melakukan pengecekan penyebab kecelakaan. Pengecekan untuk mengetahui apakah benar karena rem blong atau ada penyebab lainnya.  Karena sampai saat ini laporan rem blong masih bersifat dugaan dari pihak kepolisian.


"Kemenhub teliti karena rem blong harus dibuktikan secara teknis. Kadang rem blong hanya dugaan karena dilihat kondisi fisik saja," ujar Barata kepada JawaPos.com, Rabu (17/5).


‎Kemenhub tutur Barata juga selalu memberikan sosialisasi terhadap pemilik angkutan umum dan bus pariwisata, selalu menjalankan uji berkala kendaraan (uji KIR) setiap 6 bulan sekali. 


Hal itu dilakukan untuk menghindari resiko terjadinya kecelakaan. Namun pihak pemilik angkutan umum jangan lalai karena sudah melakukan uji KIR lantas tidak melakukan pengecekan rutin. Karena tutur dia, kendaraan adalah benda yang bergerak yang segala sesuatunya bisa saja habis seperti rem atau yang lainnya.


"Jadi memang terus harus dikontrol kondisi kendaraan," katanya.


Namun apabila pengecekan tersebut sudah rutin dilakukan Kemenhub mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena setiap orang tidak menginginkan adanya kecelakaan apalagi hingga memakan korban jiwa.


Barata menambahkan, saat ini Kemenhub rutin melakukan sidak. Hal ini dilakukan karena tidak ingin adanya kecelakaan bus yang beberapa waktu lalu terjadi di Jalur Puncak, Bogor terulang lagi.


Sidak itu dilakukan mendatangi pul bus pariwisata ataupun di tempat pariwisata. Karena jangan sampai masih ada bus pariwisata yang tidak terdaftar di Kemenhub alias bodong. 


Salah satu contohnya, adalah sidak di kawasan Puncak yang beberapa waktu lalu dilakukan Kemenhub. Hasilnya banyak bus dengan pelat merah yang dijadikan bus pariwisata terjaring razia.


"‎Jadi sidak memang sudah berjalan dan dilakukan Kemenhub," ujarnya.


Namun kendati demikian, Barata mengaku belum semua kawasan atau di setiap daerah di Indonesia dilakukan sidak. Pasalnya keterbatasan pegawai masih jadi persolan yang belum bisa teratasi.


"Kemenhub memang memiliki terbatas orang, jadi sidak di titik tertentu saja," pungkasnya.


‎Sekadar informasi, kecelakana bus rombongan study tour SMK Panca Karya Sentul, Bogor di Magelang diduga disebabkan karena rem blong. Akibatnya tiga nyawa harus melayang akbiat kecelakan itu. 


Bus itu diketahui hendak menuju ke tempat wisata Candi Borobudur dan Yogyakarta. Saat di jalanan menurun rem bus diduga tidak berfungsi dengan baik, sehingga menabrak dua mobil dan mushala.(cr2/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore