Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Juli 2023 | 03.39 WIB

YouTuber JerryRigEverything Menguji Konsol Game Genggam Asus ROG Ally, Begini Hasilnya!

Konsol game Asus ROG Ally. - Image

Konsol game Asus ROG Ally.

JawaPos.com - Asus meluncurkan konsol game genggam ROG Ally bulan lalu. Konsol game ini akan bersaing langsung dengan Steam Deck, Nintendo Switch, dan Razr Edge. Asus ROG Ally juga dipastikan dijual di Indonesia mulai harga Rp 10 jutaan.

Di Tanah Air, konsol game genggam dikuasai oleh Nintendo dengan penjualan Switch. Kehadiran ROG Ally jelas menarik. Hal ini lantaran Nintendo Switch rasanya sudah butuh penyegaran sejak diluncurkan 2017 lalu.

Namun, sebelum memutuskan untuk meminang ROG Ally, ada baiknya Anda menilik dulu ulasan dari YouTuber dengan akun JerryRigEverything. YouTuber JerryRigEverything dengan nama asli Zack Nelscon dan terkenal dengan pengujian barang secara ekstrem untuk mengetahui jeroan dan build quality gadget terkini, menemukan bahwa Asus ROG Ally dari segi material tak cukup kuat.

Pertama, terkait dengan ROG Ally, pria Amerika itu dalam ulasannya memaparkan bahwa tepat setelah dia memulai permainan, kipas ganda di dalam ASUS ROG Ally mulai berputar dan dalam beberapa menit layar menjadi panas. Akibat panas ini, udara yang keluar dari kipas menjadi tidak nyaman.

Ini kemungkinan masalah suhu yang mungkin diperbaiki melalui pembaruan dalam waktu dekat. YouTuber tersebut kemudian melanjutkan ke tes di bagian layar dengan melakukan goresan di level 6 dan alur yang lebih dalam di level 7.

Perangkat ini memiliki Gorilla Glass Victus dan ada juga lapisan DXC di bagian atas untuk mengurangi silau. Yang terakhir mengubah warna putih terang dari lampu meja menjadi bayangan yang sedikit menguning yang mengurangi pantulan.

Zack mengatakan bahwa strip belakang pada ROG Ally menyala tetapi itu hanyalah stiker holografik yang berubah warna. YouTuber tersebut kemudian bergerak untuk mengecek keawetan bodi konsol game genggam tersebut dengan pisaunya.

Diawali dengan joystick yang cukup grippy dan dilapisi karet yang menjamin ketahanan jangka panjang. Pengontrol arah, tombol menu, dan bantalan pemicu semuanya terbuat dari plastik yang mudah tergores.

Tombol 'ABXY' di sisi kanan konsol genggam juga rentan tergores, namun hurufnya berada di bawah lapisan transparan. Parahnya lagi, tombol 'Y' ditemukan macet saat ditekan lebih keras dan harus diputar. Untuk konsol game, hal ini jarang sekali terjadi dan sepatutnya jadi perhatian Asus.

Logo holografik RGB di pojok bawah juga ditemukan gampang tergores dan strip warna-warni di panel belakang juga bisa dilepas tetapi Zack mengatakan itu tidak akan keluar dengan sendirinya. ASUS ROG Ally tahan api hanya selama 3 detik setelah itu bagian layar menjadi hitam.

Normalnya, dibutuhkan 10 detik untuk mengembalikan dead pixel tetapi perangkat memakan waktu sedikit lebih lama karena cukup panas. Terakhir, Zack mencoba membengkokkan ASUS ROG Ally dengan tekanan yang cukup besar.

Saat menekuk dari sisi belakang, kedua tepi perangkat terlihat terpisah di sudut. Konsol game genggam kemudian ditekuk dari sisi depan tetapi tidak patah.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore