Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Desember 2022 | 22.35 WIB

Kucing Busok Suka Dolan ke Pesisir, tapi Ogah Makan Ikan Mentah

MANJA: Layaknya kucing pada umumnya, kucing-kucing asli Pulau Raas ini juga suka dielus dan diusap-usap kepalanya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS) - Image

MANJA: Layaknya kucing pada umumnya, kucing-kucing asli Pulau Raas ini juga suka dielus dan diusap-usap kepalanya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Kucing asli Pulau Raas bagaikan warga kedua di wilayah seluas 38,9 kilometer per segi itu. Busok, kecubung, dan lilac pasti pernah menghuni rumah-rumah penduduk di sana. Setidaknya, satu kali. Namun, belakangan memang menemukan busok, kecubung, atau lilac yang murni tidak mudah.

Busok yang warna bulunya mirip abu gosok, kecubung yang didominasi warna cokelat kayu manis dengan aksen gelap mirip batu akik kecubung, atau lilac yang berwarna abu keunguan masuk kategori kucing asli Raas. Meskipun, lilac adalah hasil perkawinan busok dan kecubung.

Adnan, penduduk Desa Kropak di Raas, mengatakan bahwa busok betina peliharaannya adalah kucing yang sangat setia dan cerdas. ’’Tahu kapan saya pulang. Sudah menunggu di jalan tambak (galangan tambak garam, Red) depan rumah. Pulang malam pun ditunggu. Baru pulang ke rumah kalau saya pulang juga,” ceritanya kepada Jawa Pos.

Pria 60 tahun yang bekerja sebagai nelayan itu menambahkan, secara naluri, busok hanya akan jinak kepada pemiliknya. Insting liar kucing yang jika berjalan seperti jinjit itu akan langsung keluar saat berhadapan dengan orang baru. Menyeringai, beringas, sebelum akhirnya kabur.

RAS ASLI INDONESIA: Kucing busok betina memiliki kaki belakang lebih panjang ketimbang kaki depannya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

RAS ASLI INDONESIA: Kucing busok betina memiliki kaki belakang lebih panjang ketimbang kaki depannya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Soal makanan, kucing-kucing asli Raas itu cukup lahap. Dalam sehari, rata-rata pemilik kucing harus menyediakan sekitar 1 kilogram ikan. Ikan favorit mereka adalah ketambak atau emperor snakehead. ’’Sukanya digoreng atau dimasak kuah. Kalau kukus atau mentah tidak suka mereka,” ujar Himma, warga Desa Kropak yang juga pemelihara kucing Raas. Setiap kali santap, ikan yang sudah digoreng atau dimasak kuah itu harus disajikan bersama nasi.

Penduduk Raas percaya bahwa busok, kecubung, dan lilac bertuah. Aura kucing-kucing asli Raas itu berbeda dengan kucing-kucing lain pada umumnya. Warga percaya, memelihara busok akan mendatangkan rezeki bagi keluarganya. Kepercayaan bahwa busok adalah kucing penarik rezeki itu sempat membuat sebagian orang menjadikan busok sebagai oleh-oleh khas Raas pada era 1990-an.

Photo

SETIA: Adhan mengangkat kucing busok betina peliharaannya. Kaki belakang kucing busok lebih panjang ketimbang kaki depannya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Untuk semakin menghidupkan mitos itu, muncul gagasan dari sebagian orang untuk mengebiri setiap kucing busok jantan. Tujuannya adalah membuat kepemilikan busok eksklusif. Tidak sembarang orang bisa memilikinya. ’’Sampai ada aturan kalau bawa kucing keluar Raas harus dikebiri dulu. Tetapi, sekarang sudah tidak,” kata Matsuri, pelestari kucing busok murni.

Dibandingkan kecubung dan lilac, jenis busok memang paling disukai. Warnanya khas. Dalam banyak kompetisi, biasanya juga busok yang langganan jadi juara. Lilac yang merupakan keturunan busok dan kecubung lebih sering diidentifikasi sebagai kecubung.

Selain terkonsentrasi di Raas, sebenarnya busok serta kecubung dan lilac bisa ditemukan di Pulau Tonduk dan Pulau Gua-Gua. Berhabitat di dekat pesisir itulah yang kabarnya membuat kaki belakang kucing-kucing Raas lebih panjang ketimbang kaki depannya. ’’Kalau jalan atau lari seperti kancil. Agak jinjit. Mungkin dulu sering ke pantai nyari ikan,” seloroh Matsuri.

Photo

RAS ASLI INDONESIA: Sorot mata kucing busok beringas pada orang tidak dikenal. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore