
Photo
Tanaman hias dari famili aroid –seperti monstera, philodendron, sampai aglaonema– tengah naik daun. Dengan perawatan yang baik, tanaman hias berdaun cantik itu bisa berumur panjang. Segar dan lebat, tetapi tetap mudah dirawat.
---
MONSTERA adansonii hampir setinggi orang dewasa. Kuping gajah dengan batang bunga melebihi 1 meter. Aglaonema, rumpunnya memenuhi pot setinggi pinggang. Hingga Monstera brazilian, yang kini memiliki dua bonggol buah. Usianya terbilang tak ”muda”, sebagian besar berumur lebih dari dua tahun. Tanaman-tanaman ”giant” itu tidak tumbuh di tempat bercuaca sejuk seperti Lembang atau Batu, tetapi di kawasan Lakarsantri, Surabaya.
Menurut Nisha Yaman, merawat tanaman di tempat bercuaca panas butuh sedikit penyesuaian. ”Aroid termasuk tanaman hias yang suka di tempat teduh. Butuh kena sinar matahari di pagi atau waktu sore aja, enggak perlu seharian,” kata staf kebun Forest.Ku itu. Bila diletakkan di dalam ruangan, dia menyarankan tanaman dijemur seminggu sekali di sekitar pukul 08.00–10.00. Penyiraman pun tak perlu tiap hari. ”Patokannya, media tanam kering atau nggak. Kalau cuaca mendung, kadang enggak perlu disiram. Misting saja cukup,” lanjut Nisha.
Untuk mencapai ukuran besar, keluarga aroid membutuhkan perlakuan khusus. Yakni, tidak boleh dipangkas atau dipisah anakannya. ’’Banyak pemilik yang kalau tanaman keluar anakan, dipisah. Seperti aglaonema. Akhirnya, tumbuhnya stuck di ukuran itu,” ucap Nisha. Jika memang ingin ”membesarkan”, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu menyarankan anakan tetap dipertahankan. Kemudian, dilakukan repotting ke tempat yang lebih besar.
Hal itu juga berlaku buat jenis Monstera yang perbanyakannya dengan setek batang. Tanaman yang tidak dijadikan indukan dibiarkan besar. Batangnya tak dicacah sebagai bibit. Alhasil, batang tanaman gemuk. Salah satu Monstera adansonii memiliki batang berdiameter sebesar pipa. ”Kami maintain juga dengan menambah turus. Tiap ada satu akar napas muncul, dipasang turus. Jadi, tumbuhnya tetap bagus meski besar,” kata Supriyo, gardener Forest.Ku.
Perawatan tanaman besar juga didukung dengan media tanam atau metan yang baik. Yo –sapaan Supriyo– dan Nisha menjelaskan, aroid menyukai metan yang porous alias mudah meneruskan air. Terutama jenis aglaonema. ”Kalau metannya terlalu padat, rawan masalah di akar. Terutama busuk,” imbuh Yo. Dalam media tanam, Nisha menambahkan pupuk kandang serta kompos. ”Mereka tergolong mampu menahan air, juga menambah nutrisi ke metan. Jadi, pupuk tambahannya nggak perlu terlalu sering,” ucapnya.
Yo dan Nisha menyatakan, dibutuhkan waktu dan usaha buat ”membesarkan” aglaonema, philodendron, serta tanaman aroid lainnya. Namun, pengorbanan itu memang dapat pengakuan. ”Tanaman yang besar sekarang harganya bisa sampai jutaan, tapi peminatnya tetap banyak,” imbuh Yo.
Photo
Monstera brazilian koleksi kebon Forest.Ku di Surabaya Barat yang dmemiliki dua bonggol buah. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
