Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Desember 2020 | 00.17 WIB

Ride Alon, Komunitas Sepeda dan Pencinta Lingkungan

BEDA: Kali pertama mengumpulkan teman, komunitas Ride Alon memulainya via Instagram. Dari situ, jumlah member makin banyak. Saat ini ada 23 member yang aktif. Mereka kemudian blusukan ke daerah yang jarang dijadikan destinasi. (Ride Alon for Jawa Pos) - Image

BEDA: Kali pertama mengumpulkan teman, komunitas Ride Alon memulainya via Instagram. Dari situ, jumlah member makin banyak. Saat ini ada 23 member yang aktif. Mereka kemudian blusukan ke daerah yang jarang dijadikan destinasi. (Ride Alon for Jawa Pos)

Sandy Kusuma jatuh cinta pada dua hal yang berbeda. Gowes dan alam. Kecintaan pada keduanya kemudian dituangkan dengan membentuk komunitas sepeda, Ride Alon.

---

MANDEKNYA kompetisi basket membuat Sandy Kusuma punya banyak waktu luang. Guard CLS Knights Indonesia itu tidak betah lama-lama di rumah. Bersama sang istri, Nevia Amir, keduanya sepakat untuk gowes bareng.

Semua berawal saat Sandy sowan ke rumah sang paman. Kebetulan, sang paman adalah kolektor MTB lawas 1980-an. Saat pulang, dia memboyong dua sepeda. Kemudian langsung direstorasi. ”Aku memang seneng sepeda vintage. Habis itu sepeda tak ragati (dibiayai, Red) biar jadi bagus lagi,” jelas pebasket 34 tahun itu kepada Jawa Pos.

Sepeda direstorasi sesuai dengan katalog awal. Dengan begitu, sepeda seperti baru keluar dari pabrik. Sandy menjelaskan, biaya yang dibutuhkan Rp 3 juta–Rp 4 juta. ”Tapi, itu kalau sebelum pandemi. Pas pandemi gini biaya (restorasi, Red) bisa sampai tiga kali lipat,” ujar pemain dengan tinggi 190 sentimeter itu sembari terkekeh.

Setelah sepeda oke, keduanya kemudian rutin bersepda. Awalnya hanya keliling Kota Surabaya. Tapi, lama-lama Sandy dan Nevia bosan juga. Keduanya mulai mengajak rekannya untuk gowes blusukan ke pegunungan. Tujuannya, agar bisa bersepeda sembari menikmati alam. Toh, jenis sepeda mereka juga MTB alias mountain bike.

Untuk mencari teman, Sandy dan Nevia membuat akun Instagram @RideAlon. Dari situ, jumlah member makin banyak. Saat ini, ada 23 member yang aktif. Mereka kemudian blusukan ke daerah yang jarang dijadikan destinasi. Sejak Ride Alon berdiri pada September lalu, ada empat destinasi alam yang didatangi. Tiga di kawasan Pandaan, satu di Malang.

Destinasi yang mereka pilih pegunungan. Medan yang ditempuh sangat sulit. Sebab, destinasi yang dituju jarang terjamah. ”Itu tantangannya. Apalagi satu sepeda bisa membawa barang bawaan sampai 25 kilogram,” terang pebasket alumus Universitas Surabaya itu. Barang bawaan cukup banyak. Sebab, setelah sampai di tujuan, mereka langsung mendirikan camping ground.

Mereka menghabiskan waktu di tempat tujuan. ”Biasanya di pegunungan yang ada sungainya. Istilahnya, sekali-kali mandi di sungai lah. Bosan mandi di rumah terus,” kata Sandy. Hanya, Ride Alon selalu menyembunyikan destinasi yang dikunjungi.

Mereka punya alasan soal itu. ”Kalau kami bocorkan (destinasinya, Red), takut nanti banyak yang datang, terus gunung dan sungainya jadi kotor,” tambahnya.


Maklum, saat ini, memang banyak pihak yang blusukan ke alam demi eksistensi di dunia maya. Hal itulah yang membuat Ride Alon berbeda. Meski mendirikan tenda dan menghabiskan waktu di tempat tujuan, Ride Alon tidak pernah meninggalkan sampah. ”Sampah selalu kami kumpulkan. Kami bawa turun. Bahkan, sampah yang sudah ada di situ sebelumnya juga ikut kami angkut,” tambah pebasket kelahiran 19 Februari 1986 itu.

Nah, saat turun, tantangan tidak kalah berat. Mereka harus pintar-pintar bermain rem. Apalagi, mereka membawa barang bawaan sampai 25 kilogram. Belum lagi mayoritas MTB lawas terbuat dari bahan besi. ”Bukan bahan karbon seperti sepeda baru. Jadi lebih berat. Pernah ada teman yang remnya gosong. Jadi, kalau turun harus santai,” kata Sandy.

---

FUN FACT RIDE ALON

  • Mulai eksis September 2020.

  • Total ada 23 member.

  • Background member beragam, mulai PNS, pegawai bank, hingga pegawai pabrik.

  • Selalu mendirikan camping ground di tempat tujuan.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=wwdjeW-30n0

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore